Kompas.com - 27/07/2021, 20:09 WIB

Dalam kasus pelaku kekerasan, dia tidak bisa mentoleransi adanya rasa sakit dari perbuatan salah yang dilakukan oleh pasangan.

Sehingga, dia akan menunjukkan perilaku kasar dan bereaksi terhadap rasa sakit dengan menimbulkan rasa sakit pada orang lain.

3. Tumbuh dalam keluarga yang kasar

Banyak pelaku kekerasan memiliki trauma masa kecil dalam sejarah pribadi keluarganya.

Demikian pula, banyak korban kekerasan yang juga sering berasal dari keluarga yang dinamikanya toksik dan penuh dengan kekerasan psikologis atau fisik.

Dengan cara itu, baik suami maupun istri secara tidak sadar menganggap kekerasan dalam pernikahan sebagai hal yang normal, bahkan mungkin sebagai ungkapan kedekatan dan kasih sayang.

Baca juga: Ungkap Identitas Pelaku Kekerasan Seksual Online Bukan Solusi Bijak

4. Kurangnya batasan

Orang-orang dalam pernikahan yang penuh dengan kekerasan biasanya percaya pada ikatan yang tidak dapat dipecahkan di antara mereka.

Namun, ikatan ini jauh dari romansa. Ini menimbulkan kurangnya batasan-batasan yang sebenarnya diperlukan untuk suatu hubungan.

Dengan cara itu, menjadi lebih mudah untuk menyalahgunakan batasan terhadap pasangan dan mentoleransinya karena tidak ada yang merasa terpisah dari yang lain.

5. Kurangnya empati

Alasan yang paling memungkinkan pasangan kita melakukan kekerasan dalam pernikahan adalah karena kurangnya empati.

Yang lebih mengejutkan lagi, dia melihat keterbatasan dan kelemahan kita dengan cukup jelas.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.