Kompas.com - 28/07/2021, 17:13 WIB

KOMPAS.com - Simone Biles, yang dianggap sebagai pesenam paling berprestasi sepanjang masa, mundur saat final senam beregu di Olimpiade Tokyo 2020 pada Selasa (27/7/2021) karena masalah kesehatan mental.

Mundurnya Biles itu mengejutkan dunia senam. Selama ini ia adalah pesenam yang percaya diri dan tidak pernah takut dengan pesaingnya.

"Setiap kali kita berada dalam situasi stres yang tinggi, kita mulai menjadi ketakutan dan tidak benar-benar tahu bagaimana menangani semua emosi itu, terutama di Olimpiade," kata Biles kepada para reporter seusai laga.

Biles mengungkapkan bahwa dia merasa kalah secara mental dan saat ini ingin fokus pada kesehatan mentalnya.

Perasaan Biles tergambar di sebuah unggahan fotonya di Instagram dengan caption, "seperti saya memiliki beban dunia di pundak saya pada waktu-waktu tertentu,"

"Saya tahu saya mengabaikannya dan membuatnya tampak seperti tekanan yang tidak memengaruhi saya, tetapi terkadang itu sulit."

Baca juga: Juara! Simone Biles Bisa Lepas Celana Sambil Handstand

Masih belum jelas apakah Biles akan kembali ke nomor individu setelah pengumuman ini atau tidak. Intinya, Biles mengatakan bahwa Tim Senam Amerika Serikat yang akhirnya "hanya" meraih medali perak, akan menjalani "hari istirahat mental" pada Rabu ini.

“Kadang-kadang tidak apa-apa bahkan duduk di luar kompetisi besar untuk fokus pada diri sendiri, karena itu menunjukkan seberapa kuat pesaing dan pribadi kita sebenarnya, daripada hanya berjuang untuk melaluinya,” kata Biles yang pernah meraih 19 emas di kejuaraan dunia senam ini.

Stres karena tuntutan tinggi

Leah Lagos, psikolog olahraga di Manhattan mengatakan seseorang tidak harus menjadi atlet elit terlebih dahulu untuk bisa merasakan momen kritis seperti apa yang dialami Biles. 

“Itu normal bagi tubuh kita untuk berada dalam keadaan 'melawan atau lari' ketika kita merasa dihakimi atau dievaluasi, atau perlu tampil di level atas kita di depan orang lain,” kata Lagos.

Ia memberikan tips untuk mengenali gejala bahwa kita butuh istirahat dan bagaimana  menjaga kesehatan mental kita.

Baca juga: Cerita Naomi Osaka dan Meghan Markle tentang Kesehatan Mental

Simone Biles Simone Biles

Kenali gejalanya

Penting untuk membedakan antara reaksi stres akut (stres mendadak) dari situasi yang sangat kompetitif.

Stres akut memiliki ciri utama bahwa kegelisahan, kegembiraan, dan adrenalin, akan hilang setelah peristiwa yang membuat stres.

Namun, jika kita sulit tidur, mengalami serangan panik dan sulit berkonsentrasi karena terlalu fokus pada pikiran negatif, itu bisa menjadi tanda gangguan kecemasan umum.

Kegelisahan dan kecemasan jangka pendek mungkin memotivasi kita saat ini, namun kondisi kesehatan mental memerlukan perawatan dan perhatian ekstra.

Baca juga: Hasil Olimpiade Tokyo 2020, Anthony Ginting Tembus 16 Besar

Orang-orang merespons stres dengan cara yang sangat berbeda, jadi penting untuk memahami tanda dan gejala yang menandakan ada sesuatu yang salah.

"Saya memuji Biles karena dia mengetahui tubuhnya, dia harus mengetahui tubuhnya pada saat ini, mengingat tingkat bakatnya, dan dia tahu apa yang harus dilakukan saat ini," kata Lagos.

Memiliki toolkit atau peralatan

Jangan ragu untuk meluangkan waktu khusus untuk menata ulang mental kita. Beberapa orang perlu menghabiskan waktu akhir pekan yang panjang untuk istirahat dan pemulihan, sementara yang lain mengintegrasikan jeda ke dalam jadwal sehari-hari mereka.

Biles pernah mengatakan bahwa terapi bicara adalah salah satu alat yang dia gunakan untuk mengelola kesehatan mentalnya.

"Mencari bantuan kesehatan mental bukan sesuatu hal yang membuat kita bersalah atau malu," kata Biles majalah Glamour pada bulan Juni.

Baca juga: Cara Membiasakan Berpikir Positif untuk Mengatasi Kecemasan

Biles pun mengakui bahwa terapi serta obat-obatan telah banyak membantu dalam hal mengatasi masalah kesehatan mentalnya.

Kita perlu mengetahui strategi mana yang cenderung membantu kita, sehingga kita dapat mempersiapkan diri di masa depan.

Hal-hal seperti meditasi, latihan pernapasan, konseling atau istirahat menggunakan media sosial semuanya telah terbukti meningkatkan relaksasi dan mengurangi stres.

Dukungan tim

"Memiliki dukungan sosial, baik itu melalui rekan tim atau teman tepercaya, yang dapat membantu kita mengidentifikasi kapan kita perlu istirahat dan yang mampu memberi dukungan emosional juga merupakan kuncinya," kata Lagos.

Biles mengatakan bahwa rekan satu timnya mendengarkannya dan membantu mengambil keputusan untuk mundur.

“Saya memiliki orang-orang yang tepat di sekitar saya untuk melakukan itu,” katanya.

Banyak orang, termasuk mantan rekan setimnya dan pesenam Olimpiade peraih medali emas Aly Raisman, memuji Biles karena meluangkan waktu untuk dirinya sendiri.

“Ini tentu sangat banyak tekanan, dan saya telah menyaksikan berapa banyak tekanan pada Biles dalam bulan-bulan menjelang Olimpiade, dan itu sangat membuat frustasi,” kata Raisman pada hari Selasa lalu.

Baca juga: Menilik Pola Makan Sehat Para Atlet Olimpiade

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.