Kompas.com - 28/07/2021, 17:36 WIB

Ia mengalami cedera tulang belakang parah akibat kecelakaan ketika berusia 10 bulan, sehingga membuatnya lumpuh sebagian.

Malak kecil harus berenang sebagai hidroterapi, karena pengguna kursi roda biasanya perlu menjaga sirkulasi darah.

Selama sesi terapi itu, pelatihnya menganggap ia berbakat untuk menjadi atlet dan mendoronganya mengikuti sejumlah kejuaraan.

Malak masuk dalam tim nasional renang paralimpiade Mesir tahun 2014 lalu.

Baca juga: Tim Angkat Besi AS Bawa Ahli Tidur ke Olimpiade Tokyo, Apa Perannya?

“Tidak ada yang bisa menghentikan kami karena kami perempuan. Kita semua manusia dan tidak ada perbedaan antara perempuan atau laki-laki." ujar dia.

  • Kathely Rosa, pelatih sepakbola Brasil

Kathely menyukai sepakbola dan bermimpi menjadi pemain profesional sejak kecil. Namun -sayang, dia tidak pernah mendapatkan akses karena dia perempuan.

Ketika mencoba bermain dengan anak laki-laki, ia ditolak dan hanya diizinkan menonton.

Ia lalu memutuskan untuk melatih dirinya sendiri dengan menonton video di internet dan mempelajari taktik sambil berlatih sendiri.

Pada Februari 2020, ia mengikuti program One Win Leads to Another (OWLA), kerjasama UN Women dan Komite Olimpiade Internasional yang menyediakan sesi latihan olahraga dan keterampilan hidup mingguan untuk putri remaja.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.