Kompas.com - 28/07/2021, 17:36 WIB

Dia menjadi anggota tim nasional sejak dia berusia 15 tahun, dan menduduki posisi ketiga di Asian Rapid Chess Championship.

Meskipun wanita pecatur sudah cukup dihargai di Indonesia, hal serupa belum berlaku di Kirgistan.

Aizhan mengatakan, kejuaraan catur Kirgistan menawarkan hadiah uang yang besarnya separuh dari jumlah uang tunai untuk juara pria.

Selain itu, banyak pria yang berpartisipasi dalam turnamen wanita, sehingga kesempatannya menjadi lebih sedikit.

"Saya ingin menjadi panutan bagi gadis-gadis lain. Bermain catur memberdayakan, memuaskan diri, dan membuat kita menyadari bahwa segala sesuatu mungkin terjadi."

"Masyarakat perlu menciptakan lingkungan yang mendukung pemberdayaan perempuan dalam olahraga dan seterusnya," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.