Kompas.com - 29/07/2021, 07:12 WIB
 Ilustrasi vaksinasi. Shutterstock Ilustrasi vaksinasi.

Meskipun sudah mendapatkannya di masa kanak-kanak, pemberian vaksin hepatitis B sebaiknya dilakukan kembali sebelum menikah.

Pasalnya, virus hepatitis B dapat ditularkan melalui hubungan seksual dan pemakaian barang pribadi secara bersamaan. Selain itu, virus ini juga dapat ditularkan melalui ibu kepada bayinya saat persalinan.

3. Vaksin DPT dan TT

Pada usia anak-anak, vaksin diphtteria, tetanus, dan pertussis (DPT) direkomendasikan dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu pada usia 18 bulan, 5 tahun, dan 10 tahun.

Namun, pengulangan pada usia 10 tahun hanya berlaku untuk vaksin DT. Menurut dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda Menteng dr Ayu Pratiwi SpA, MARS, pertusis biasanya hanya menyerang pada usia balita sehingga vaksin ini tidak lagi dibutuhkan oleh anak di atas usia 5 tahun.

Meskipun pernah didapat pada masa kecil, perempuan yang hendak menikah wajib mendapat vaksinasi tetanus toksoid (TT) lagi.

(Baca juga: 21 Tahun Menjadi Batas Usia Minimal Cukup Menikah, Mengapa Demikian?)

Vaksinasi TT pada perempuan yang hendak menikah dapat meningkatkan kekebalan tubuh dari infeksi tetanus. Kekebalan tubuh ini akan “diwariskan” kepada bayinya ketika proses persalinan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai informasi, tetanus yang menyerang bayi baru lahir disebabkan oleh basil clostridium tetani. Penyakit menular ini menimbulkan risiko kematian sangat tinggi.

4. Vaksin cacar air (varisela)

Cacar air merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus varicella-zoster (VZV). Seseorang yang terinfeksi cacar air ditandai dengan lepuhan merah atau ruam yang terasa gatal di seluruh tubuh.

Cacar air dapat menyerang segala umur dengan risiko lebih tinggi terhadap seseorang dengan kekebalan tubuh rendah.

Terkena cacar di trimester akhir masa kehamilan dapat meningkatan risiko penularan penyakit tersebut kepada bayi. Bahkan, meningkatkan risiko cacat janin.

(Baca juga: Imunisasi Sejak Dini Jadi Kunci Sukses Cegah Stunting pada Anak)

Halaman:
Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.