Kompas.com - 30/07/2021, 15:48 WIB

KOMPAS.com - Prestasi para srikandi panahan Korea Selatan begitu mendominasi di Olimpiade Tokyo, yang saat ini tengah bergulir.

Ironisnya, An San -salah satu atlet wanita terbaik Korsel, malah menjadi sasaran ujaran kebencian dari warganet di negaranya sendiri.

Gadis berusia 20 tahun ini menorehkan prestasi gemilang dengan menggondol dua medali emas di ajang ini, sekaligus mencetak rekor baru.

Baca juga: Cerita di Balik Seragam Model Bikini Para Atlet Voli Pantai

Alih-alih bangga atas prestasi An San, perempuan itu malah menjadi sasaran kritik karena penampilannya yang berambut cepak.

Ia dianggap sebagai figur feminis, dan seketika menjadi sasaran intimidasi online, yang menentang faham tersebut. 

.REPRO BIDIK LAYAR VIA HYPEBAE .

Para Rabu (28/7/2021), jurnalis New York Times Kelly Kasulis Cho menuliskan bagaimana ujaran kebencian diarahkan kepada San di jejaring Twitter.

Cho lalu menyebutserangan tersebut merupakan bukti tentang adanya gerakan online faham anti-feminist di negara itu.

“Atlet peraih medali emas olimpiade dari Korea Selatan, An San, menuai kritik akibat potongan rambutnya yang pendek."

Baca juga: Skater Jepang Umur 13 Tahun Cetak Sejarah di Olimpiade Tokyo

"Kondisi ini jelas menggambarkan bagaimana 'online anti-feminist movement' ada di negara itu, di mana model potongan rambut bisa menjadi sangat kontroversial," sebut Cho.  

Kejadian ini berawal dari sebuah unggahan di situs online komunitas dari akun tak dikenal, yang menyebut An San sebagai feminis.

Akun tersebut secara khusus menyasar penampilan maskulin An San di Tokyo.

Wanita yang kuliah di universitas wanita dan memiliki potongan rambut pendek 90 persen kemungkinannya adalah feminis."

"Itu sebabnya saya tidak mendukungnya. Saya sangat membenci feminis," demikian isi unggahan tersebut.

Meskipun sudah dihapus, unggahan ini memicu banyak komentar dari kelompok anti-feminis dan misoginis -benci perempuan secara ekstrem- lainnya.

Banyak yang menyerang akun Instagram An San, termasuk menyampaikan tuntutan agar medalinya dikembalikan, karena dia dinilai tidak layak memilikinya.

Baca juga: Tim Angkat Besi AS Bawa Ahli Tidur ke Olimpiade Tokyo, Apa Perannya?

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by ?????? (@ssaaaann__22)

An San tidak banyak berkomentar soal berbagai hateful comment yang diterimanya.

Namun, pada salah satu unggahan dia menulis, "kalian mengirim pesan yang didorong oleh rasa rendah diri, saya memenangi dua medali emas di Olimpiade."

Di sisi lain, An San mendapatkan banyak dukungan positif yang membela penampilannya.

Baca juga: 3 Pasangan Sesama Jenis yang Berjuang Bersama di Olimpiade Tokyo

Banyak warganet yang mengunggah potret dirinya berambut pendek sebagai bentuk dukungan untuk atlet ini.

Selain itu, publik pun telah meminta Asosiasi Panahan Korea untuk melindungi atletnya dari bullying, dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.