Kompas.com - 31/07/2021, 09:36 WIB

KOMPAS.com - Anak-anak menjadi kelompok masyarakat yang merasakan dampak nyata akibat pandemi Covid-19.

Anak menjadi stres karena tidak dapat bermain di luar, atau bertemu teman sebayanya.

Menurut spesialis anak dr Marlisye Marpaung, SpA(K), orangtua perlu memastikan anak mendapatkan dukungan yang layak guna mempersiapkan diri di masa depan.

"Pandemi ini suatu kondisi yang tidak nyaman bagi semua orang dari segala lapisan umur dan ekonomi, termasuk anak."

Baca juga: Ciri-ciri Anak Remaja Alami Stres di Masa Pandemi dan Solusinya

Begitu pemaparan Marlisye dalam acara talkshow bertajuk "Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental Anak Selama Pandemi Covid-19 di Indonesia".

Talkshow ini merupakan bagian dari acara amal Zumbathon, inisiatif yang diadakan Zumba bersama Yayasan Pita Kuning Indonesia untuk mendukung anak-anak penderita kanker.

Dijelaskan Marlisye, ada berbagai faktor yang dapat menjadi stressor atau pemicu stres pada anak.

"Tekanan ekonomi yang dirasakan orangtua selama pandemi, seperti pendapatan yang berkurang hingga kehilangan pekerjaan membuat anak stres."

"Anak juga rentan terhadap kecemasan, kemarahan, gangguan tidur, serta masalah kesehatan tertentu," ucap dia.

Baca juga: Catat, Tanda Anak Alami Stres Berdasarkan Usianya

Karena itulah, dia menyarankan para orangtua untuk memberikan perhatian lebih kepada anak selama masa yang tidak pasti ini.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.