Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 02/08/2021, 11:01 WIB

KOMPAS.com - Kekecewaan akibat kegagalan adalah hal yang wajar, termasuk ketika kita gagal dalam kompetisi.

Dalam konteks kompetisi olahraga, kecewa akibat kekalahan tak hanya dirasakan oleh para atlet dan tim pelatih, tetapi juga dapat dirasakan oleh para pendukungnya sebagai saksi pertandingan.

Di kompetisi olahraga besar seperti Olimipiade Tokyo 2020, misalnya, kita melihat sejumlah atlet yang kita dukung melalui momen kemenangan dan juga kekalahan, membuat emosi kita sebagai pendukung ikut terpengaruh.

Psikolog berlisensi Lisa M Stephen, PhD mengatakan, kekalahan atau kegagalan dapat membuat seseorang merasa dibanjiri perasaan sedih dan tidak nyaman.

Namun, sebaiknya kita menerima perasaan itu.

"Biarkan diri kita merasakan apa yang kita cemaskan, apa yang membuat kita marah (dengan diri sendiri maupun orang lain), ini tidak harus rasional."

"Kenali perasaan tersebut dan lihatlah apa yang akan kita lakukan setelahnya," ungkapnya, seperti dilansir Men's Health.

Kesedihan akibat kekalahan atlet atau tim kesayangan di sebuah pertandingan besar bahkan bisa membuat sebagian pendukung mengalami gejala depresi.

Jika diabaikan, gejala ini bisa menyebabkan kondisi serius. Tapi, kondisi ini bisa diatasi.

Lalu, bagaimana agar hati kita sebagai pendukung mampu menerima kegagalan atlet atau tim olahraga yang kita dukung? Berikut sejumlah tipsnya:

1. Ingatlah itu hanya permainan

Sebelum pertandingan berlangsung, kita mungkin melihat banyak sekali kampanye yang menyebarkan begitu besar dan pentingnya pertandingan tersebut. Membuat sebagian besar dari kita menganggap itu adalah pertandingan yang paling penting.

Pendiri dan CEO penyedia layanan kesehatan mental Thriveworks, Anthonny Centore menambahkan, fakta bahwa kita adalah seorang penggemar berat seorang atlet atau sebuah tim membuat momen tersebut menjadi sangat emosional.

Ketika sesuatu dipandang secara emosional, maka hal tersebut akan terasa jauh lebih besar daripada yang sebenarnya.

Kekalahan atlet atau tim kesayangan memang menyebalkan, tapi ingatlah bahwa sebagian besar hidup kita tidak akan terpengaruh atau berubah karena hasil pertandingan itu.

Ingatlah bahwa ada banyak yang lebih penting untuk dipikirkan di hidup kita, apakah pendidikan, pekerjaan, keluarga, atau lainnya.

Jadi, ketika merasa kecewa karena atlet atau tim kesayangan kalah, cobalah mengambil langkah mundur.

Cara ini akan memberikan kita perspektif yang lebih luas untuk menempatkan hal ini di tempat yang seharusnya, bahwa satu hasil pertandingan tidak perlu merusak hari-hari kita sepenuhnya.

Baca juga: Inggris Kalah di Final Euro, Reaksi Pangeran George Jadi Sorotan

2. Tetap bersosialisasi

Kegagalan atau kekecewaan bisa membuat seseorang memiliki kecenderungan mengisolasi diri.

Selain itu, ketika kompetisi selesai, kita juga mungkin akan lebih jarang menonton atau membincangkannya dengan teman-teman.

Tapi, pastikan diri kita tetap bersosialisasi. Menarik diri dari lingkungan sosial hanya akan membuat suasana hati kita lebih buruk.

3. Pikirkan perasaan pendukung lawan

Menurut laman HealthSite, cobalah menempatkan diri di sepatu orang lain. Pikirkan bagaimana perasaan para pendukung lawan ketika menyaksikan atlet atau tim kesayangannya menang.

Cobalah melihat kembali perjalanan mereka, bukankah mereka layak mendapatkan keberhasilan tersebut?

Penggemar olahraga yang sebenarnya tidak hanya akan merayakan kemenangan atlet atau tim yang didukungnya dan mengkritisi ketika kalah.

Pendukung yang baik adalah seseorang yang tetap mendukung atlet atatu timnya melalui segala situasi, baik itu masa-masa sulit atau senang.

Memberi selamat pada lawan juga menjadi hal yang baik dalam olahraga.

Baca juga: 5 Cara Mengajari Anak Sportif Menerima Kekalahan

4. Mengisi kekosongan dengan aktivitas bermanfaat

Wajar jika kita sangat bersemangat menyambut sebuah kompetisi. Namun, kegagalan dari atlet atau tim kesayangan bisa membuat suasana hati kita berubah sebaliknya.

Ketika perjuangan mereka atau kompetisi berakhir, kita mungkin akan merasakan kekosongan.

Lebih baik mengisi kekosongan tersebut dengan aktivitas bermanfaat, apakah mendalami hobi, menonton serial atau film favorit, atau bahkan menonton pertandingan olahraga lain. Lakukanlah hal-hal yang membuat kita bahagia.

Menonton acara favorit bisa menjadi cara untuk mengatasi kesedihan akibat atlet atau tim kesayangan kalah.FREEPIK/OUR-TEAM Menonton acara favorit bisa menjadi cara untuk mengatasi kesedihan akibat atlet atau tim kesayangan kalah.
5. Membicarakannya

Ketika merasa kecewa dengan kekalahan atlet atau tim kesayangan, jangan pendam perasaan itu sendiri. Bicarakanlah itu dengan sesama pendukung, misalnya, untuk membantu kita memproses kekecewaan yang dirasakan.

Berbincang dengan sesama penggemar yang juga mengalami kekecewaan akan membantu mengingat bahwa kita tak sendiri.

Setelah itu, kita akan dengan segera bisa melupakan kekecewaan karena kegagalan itu dan mencari tahu apa yang akan dilakukan atlet atau tim kesayangan kita di kompetisi berikutnya.

6. Berkonsultasi dengan profesional jika perlu

Kekecewaan yang dialami oleh penggemar olahraga ketika menghadapi kegagalan atlet atau tim yang didukungnya dapat menandingi gejala depresi.

Namun, meskipun rasanya bisa sangat menyakitkan dan tidak nyaman, pada umumnya perasaan tersebut hanya dialami pada waktu yang singkat.

Pada beberapa kasus, kita biasanya akan merasa lebih baik dalam beberapa hari. Tapi, jika sudah beberapa hari kita tidak merasa lebih baik atau gejalanya menjadi sangat parah sehingga memengaruhi tidur, pekerjaan atau hubungan, kita perlu mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan profesional.

Baca juga: Tak Siap Kalah Pemilu Bisa Ganggu Psikologis

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber ,Thriveworks
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke