Kompas.com - 02/08/2021, 14:15 WIB
Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Greysia Pollii/Apriyani Rahayu melakukan selebrasi setelah mengalahkan lawannya ganda putri China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dalam final Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Senin (2/8/2021). Greysia Pollii/Apriyani Rahayu berhasil meraih medal emasi setelah mengalahkan  Chen/Jia Yi Fan  dua set langsung. 21-19 dan 21-15. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANPebulu tangkis ganda putri Indonesia Greysia Pollii/Apriyani Rahayu melakukan selebrasi setelah mengalahkan lawannya ganda putri China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dalam final Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Senin (2/8/2021). Greysia Pollii/Apriyani Rahayu berhasil meraih medal emasi setelah mengalahkan Chen/Jia Yi Fan dua set langsung. 21-19 dan 21-15.

KOMPAS.com - Menyaksikan atlet idola kita bertanding di Olimpiade Tokyo 2020 sering kali ikut memancing ketegangan sekalipun kita menyaksikannya lewat layar kaca.

Banyak dari kita yang kemudian merasakan deg-degan di momen penting pertandingan, misalnya ketika atlet yang kita dukung sedang kejar-kejaran angka dengan lawan.

Contoh lainnya adalah pendukung sepak bola yang merasakan ketegangan ketika menyaksikan adu penalti tim yang didukungnya.

Pada intinya, penggemar olahraga dari berbagai cabang olahraga kemungkinan besar paham betul rasanya deg-degan saat menyaksikan pertandingan olahraga.

Jika Anda merasakannya juga, maka tak perlu khawatir sebab itu adalah respons yang wajar.

Menurut kepala kardiologi di Houston Methodist Hospital, Dr William Zoghbi, perasaan gembira, antisipasi, dan lainnya yang terjadi selama pertandingan memang dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah kita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tapi ini adalah respons yang benar-benar normal," katanya, seperti dilansir laman resmi Houston Methodist.

Baca juga: Sedih karena Atlet Idola Kalah Wajar, Ini 6 Cara Mengatasinya

Mungkin sulit dipercaya, tapi rasa deg-degan atau luapan semangat selama pertandingan olahraga sama seperti situasi ketika nenek moyang kita menghadapi situasi berbahaya, misalnya berhadapan dengan hewan buas.

Situasi ini disebut respons fight-or-flight (melawan atau lari).

Zoghbi menjelaskan, ketika mengalami situasi stres fisik atau mental, kelenjar adrenal kita akan melepaskan hormon yang meningkatkan tekanan darah dan detak jantung.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.