Kompas.com - 02/08/2021, 15:47 WIB

KOMPAS.com - Susu almond merupakan salah satu pilihan susu nabati yang banyak digemari. Selain dapat dicampur dengan kopi, teh, atau smoothies, susu almond juga mengandung lebih sedikit kalori dan lemak dibandingkan susu sapi.

Namun, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui mengenai susu almond yang dikatakan akan tergantikan kepopulerannya dengan susu oat

Pertama, susu almond tidak sepenuhnya berkelanjutan. Dibutuhkan 6.098 liter air untuk menghasilkan satu liter susu almond, menurut Asosiasi Restoran Berkelanjutan kepada The Guardian.

"Kedua, susu almond tidak terlalu bergizi. Selain hampir tidak mengandung protein, susu almond sering dimaniskan dengan gula dan hanya mengandung kalsium jika susu diperkaya," kata Tony Castillo, RDN, ahli diet dan konsultan nutrisi untuk RSP Nutrition.

Baca juga: Susu Sapi Vs Susu Nabati, Mana yang Lebih Baik untuk Pertumbuhan Anak?

Nutrisi susu oat dan susu almond

Satu cangkir susu oat tanpa pemanis mengandung:
Kalori: 80
Lemak: 1,5 g
Lemak jenuh: 0 g
Natrium: 120 mg
Karbohidrat: 14 gram
Gula: 1 gram
Serat: 2 g
Protein: 3 gram

Lalu, satu cangkir susu almond tanpa pemanis mengandung:
Kalori: 35
Lemak: 3 gram
Lemak jenuh: 0 g
Natrium: 160 mg
Karbohidrat: 1 gram
Gula: 0 gram
Serat: 1 gram
Protein: 1 gram

Brittany Modell, RD, seorang ahli gizi mengungkapkan bahwa kedua susu tersebut dibuat dengan merendam almond atau oat dalam air, lalu dicampur dan disaring.

Baca juga: Benarkah Susu Almond Lebih Menyehatkan? Ini Penjelasannya

Meskipun prosesnya hanya mengeluarkan sedikit rasa dan warna putih dari almond, proses ini menarik lebih banyak kandungannya terutama karbohidrat daripada oat.

"Kedua susu ini biasanya diperkaya dengan kalsium dan vitamin D, yang penting untuk kesehatan tulang dan menjaga keseimbangan nutrisi yang tepat dalam aliran darah dan sel," tambah Castillo.

Susu almond memang memiliki manfaat, karena secara alami tinggi vitamin E, yang bermanfaat bagi kulit dan sistem kekebalan tubuh kita, mencegah kerusakan UV pada kulit dan membantu tubuh melawan bakteri dan virus.

Lebih jauh lagi, susu ini juga dapat mengurangi risiko penyakit kronis dengan mengejar radikal bebas penyebab penyakit.

Kelebihan dan kekurangan susu oat

"Karena kandungan karbohidrat dan kalorinya yang lebih tinggi, susu oat memberikan konsistensi lembut yang tidak ada pada susu almond,” kata Modell. 

Baca juga: Resep Susu Oat, Susu Nabati yang Mulai Jadi Tren

Itu sebabnya barista lebih memilih menggunakan susu oat karena susu ini berbusa yang biasanya tidak bisa dilakukan oleh susu almond.

Kelebihan lain dari tekstur alami susu oat adalah jarang mengandung pengental (seperti karagenan), yang menurut beberapa ilmuwan berbahaya bagi saluran pencernaan.

Pada model hewan, karagenan telah dikaitkan dengan kanker dan tukak usus, menurut ulasan dalam jurnal Environmental Health Perspectives.

Susu oat juga relatif stabil yang artinya bisa bertahan sangat lama.

Tentu saja, jika kita sangat memperhatikan kalori dan memantau asupan karbohidrat seperti orang yang menjalani diet keto, susu oat bisa dipertimbangkan.

Namu, untuk orang yang perlu bebas gluten juga harus berhati-hati dengan susu oat yang dibeli.

“Oat secara alami memang bebas gluten. Namun, oat sering dapat ditanam atau diproses bersamaan dengan biji-bijian yang mengandung gluten, yang dapat menyebabkan kontaminasi silang," kata Castillo.

Jika kita memiliki celiac atau alergi gluten, periksa label dari susu oat yang akan kita beli, dan pastikan bahwa susu tersebut benar-benar bebas gluten.

Baca juga: Apakah Gluten dalam Makanan Berbahaya? Ini Penjelasannya

Kelebihan dan kekurangan susu almond

Meskipun isu tentang keberlanjutan telah menjadi salah satu argumen terbesar yang menentang susu almond, kekhawatiran tentang pengental yang digunakan dalam minuman ini juga membuatnya mendapat kecaman.

Bahan tambahan dalam susu almond adalah karagenan, tetapi ada kekhawatiran bahwa hal itu dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan pada usus.

Selain itu, karena susu almond tidak menawarkan rasa manis alami seperti susu oat, susu almond sering kali diberikan pemanis. 

Mana yang lebih baik di antara susu almond dan susu oat?

Pada akhirnya, susu almond dan susu oat adalah pilihan yang baik.

"Jika kita mencari pilihan rendah kalori dan tidak terlalu peduli dengan konsistensi atau rasa, susu almond bisa menjadi pilihan," kata Castillo.

Baca juga: Banyak Manfaatnya, Yuk Coba Bikin Susu Almond Sendiri

"Di sisi lain, susu oat mengandung nutrisi yang sedikit lebih bermanfaat seperti protein dan serat yang membantu membuat kita merasa kenyang lebih lama, jadi ini adalah pilihan yang baik untuk dinikmati dalam mangkuk atau smoothie," katanya.

Rasa dan buih susu oat juga membuatnya menjadi pengganti susu sapi yang jauh lebih baik dalam kopi.

Terlepas dari manakah yang perlu kita pilih di antara susu oat atau almond, jawabannya lebih merujuk pada pilihlah susu tanpa pemanis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.