Kompas.com - 02/08/2021, 18:27 WIB

KOMPAS.com - Pekan ASI (air susu ibu) Sedunia yang diperingati setiap 1-7 Agustus merupakan salah satu upaya untuk mendukung para ibu agar dapat memberikan ASI yang berkualitas pada bayi mereka.

Terlebih, di masa pandemi ini, banyak ibu yang kesulitan memberikan ASI akibat terpapar Covid-19.

Dokter spesialis obgyn dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), MPH memberikan pandangannya tentang hal ini.

Baca juga: Pemberian ASI Eksklusif Bukan Cuma Tugas Ibu

Dia mengatakan, ibu yang terapapar Covid-19 masih bisa memberikan ASI dengan beberapa syarat sebagai berikut.

• Ibu yang positif Covid-19

Bagi ibu yang sudah diketahui memiliki hasil positif Covid-19, maka tidak dianjurkan untuk memberikan ASI secara langsung, dan hanya bisa memerah ASI saja.

ASI yang sudah diperah ini dapat diberikan kepada bayi dengan kehati-hatian.

Mulai dari mensterilkan pompa, hingga melapisi tempat susu dengan lapisan plastik.

"Tempat susu ini harus diberikan pada bayi dengan cara tertentu yakni dimasukkan ke dalam plastik khusus," ungkap dia seperti dikutip dari akun YouTube OVIS UI.

"Sehingga, orang yang nanti memegangnya tidak langsung terpapar oleh virus corona dari ibu yang memberikan ASI," sambung dia.

• Ibu positif Covid-19 tanpa gejala

Sementara itu, Dr Dwiana mengungkapkan, bagi bu yang positif Covid-19 tapi tanpa gejala atau OTG bisa memberikan ASI secara langsung, namun harus tetap berhati-hati.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.