Kompas.com - 03/08/2021, 17:21 WIB

Definisi narsistik adalah kondisi gangguan kepribadian di mana seseorang akan menganggap dirinya sangat penting dan harus dikagumi.

Nah, dalam hal ini berupa ukuran foto yang besar, tulisan nama organisasi yang menonjol, dan corporate color yang mencolok.

Baca juga: Menangi Emas Olimpiade, Greysia dan Apriyani Jadi Juragan Bakso Aci

Di sisi lain, poster viral ini juga merepresentasikan hasrat diri yang khawatir tidak terbaca kehadirannya oleh publik.

"Ada rasa tidak percaya diri jika dia tidak dikenali tanpa atribut yang berlebihan itu," kata Firman.

Akademisi Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI ini mengibaratkan perilaku tersebut seperti orang yang memakai parfum berlebihan.

"Karena sang pemakai khawatir bau parfumnya tidak tercium. Padahal malah bikin pening orang di sekitarnya," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sesungguhnya ketika event dan momentumnya tepat, pesan yang terselip pun jadi perhatian sasaran pesan.

"Ini soal percaya diri pada kekuatan pesan," tambah Firman.

Pentingnya sikap etis dalam komunikasi publik

Poster narsis para pejabat publik itu dianggap sebagai perilaku yang tidak etis oleh warganet.

Namun, agaknya sulit bagi para tokoh tersebut untuk menyadari bahwa pola komunikasi publiknya menyalahi etika.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.