Kompas.com - 03/08/2021, 17:46 WIB

Menstruasi dan risiko cedera

Seperti telah disebutkan di atas, beberapa penelitian menemukan, risiko cedera pada wanita atlet meningkat saat menstruasi.

Fluktuasi hormon reproduksi saat menstruasi seperti estrogen dan progesteron dapat memengaruhi jaringan tertentu, seperti otot, tendon dan ligamen.

Demikian kesimpulan dalam sebuah penelitian terhadap para perempuan pemain sepakbola yang digelar tahun ini.

Tingkat cedera otot dan tendon meningkat sekitar 88 persen selama fase folikular akhir dari siklus menstruasi.

Fase ini berkaitan dengan saat otak mengirimkan sinyal ke ovarium untuk menyiapkan sel telur yang akan dilepaskan.

Hal itu memang benar. Buktinya, seorang atlet olimpiade asal Inggris, Eilish McColgan, harus mengundurkan diri dari pertandingan di Roma karena mengalami menstruasi.

McColgan mengalami masalah hamstring tak lama setelah itu.

“Saya tidak tahu kalau semuanya terhubung. Ahli radiologi yang merawat otot saya juga mengatakan bahwa ia tidak pernah melihat peradangan sebanyak itu pada satu otot sebelumnya,” kata McColgan pada BBC Sport pada 2019 silam.

Selain itu, kelelahan yang disebabkan oleh menstruasi juga dapat memengaruhi kinerja seorang atlet.

Lalu, pada Olimpiade Rio 2016 lalu, perenang asal China Fu Yuanhui memegang perutnya setelah bertanding dalam cabang lari estafet 4x100 meter.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.