Kompas.com - 03/08/2021, 17:46 WIB
Timnas putri Kanada merayakan kemenangan atas Amerika Serikat pada semifinal sepak bola putri Olimpiade Tokyo 2020 di Ibaraki Kashima Stadium, Senin (2/8/2021). AFP/KAZUHIRO NOGITimnas putri Kanada merayakan kemenangan atas Amerika Serikat pada semifinal sepak bola putri Olimpiade Tokyo 2020 di Ibaraki Kashima Stadium, Senin (2/8/2021).

Bahkan melalui aplikasi tersebut akan terekam warna urinenya, berapa jam tidur, apakah mengalami nyeri otot, dan apakah itu hari pertama siklus menstruasinya berjalan.

Lalu baru-baru ini, English Institute of Sport mengumumkan sebuah penelitian yang berkolaborasi dengan Manchester City Women yang menggunakan teknologi bernama Hormonix.

Teknologi ini membuat para pemain dapat mengakses informasi terkait tingkat hormon mereka, dan lebih memahami bahwa siklus menstuasi dapat memengaruhi performa dan kesehatan.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Ganggu Siklus Menstruasi? Simak Penjelasannya

“Saya sangat senang bisa terlibat dalam penelitian ini. Menstruasi selalu menjadi objek yang tabu."

"Padahal, sebagai bagian dari hidup seorang wanita dan mereka yang merupakan atlet profesional, seharusnya tidak begitu,” ujar kapten Steph Houghton.

Pil KB

Menggunakan pil KB untuk menunda menstruasi juga merupakan praktik umum di kalangan perempuan atlet.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, para ilmuwan mengatakan perlu ada lebih banyak penelitian di bidang ini. Pasalnya, kontrasepsi hormonal memengaruhi wanita dengan cara berbeda-beda.

Menurut situs Sports MD, ada kontraindikasi (situasi tertentu di mana obat atau prosedur tidak boleh digunakan karena dapat membahayakan pengguna) dengan menggunakan metode kontrasepsi hormonal di kalangan atlet.

"Misalnya jika memiliki riwayat pembekuan darah atau ada riwayat pembekuan darah pada kerabat tingkat pertama."

"Lalu, gangguan yang diketahui dalam pembekuan darah, fungsi hati yang buruk, kanker payudara, riwayat serangan jantung, tekanan darah tinggi, merokok, sakit kepala migrain atau operasi baru-baru ini," tulis situs tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.