Kompas.com - 03/08/2021, 18:44 WIB
Pesenam artistik putri Indonesia, Rifda Irfanaluthfi melakukan lompatan nomor balok keseimbangan di Rizal Coliseum Stadion RSMC Nino Aquino, Manila, Filipina, Rabu (4/12/2019). Rifda Irfanaluthfi menyumbang medali perak di nomor balance beam putri dengan total skor sebesar 7.033. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPesenam artistik putri Indonesia, Rifda Irfanaluthfi melakukan lompatan nomor balok keseimbangan di Rizal Coliseum Stadion RSMC Nino Aquino, Manila, Filipina, Rabu (4/12/2019). Rifda Irfanaluthfi menyumbang medali perak di nomor balance beam putri dengan total skor sebesar 7.033.

KOMPAS.com - Di ajang Olimpiade Tokyo 2020, beberapa pesenam perempuan menjadi pemberitaan utama.

Mereka antara lain pesenam Amerika Serikat, Simone Biles yang mengundurkan diri dari final senam lantai putri di Olimpiade Tokyo karena alasan kesehatan mental. 

Keputusan Biles rupanya mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Lembaga Mental Health America mengatakan tindakan yang dilakukan Biles adalah fakta dirinya layak menjadi atlet terbaik sepanjang masa, atau greatest of all time (GOAT).

Ini bukan pertama kalinya pesenam wanita menyuarakan aksinya di Olimpiade Tokyo 2020.

Jelang upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020, tim senam wanita Jerman memakai pakaian ketat dari atas ke bawah (full length unitard) untuk menentang penonjolan karakteristik seksual dalam senam.

Baca juga: Merasa Kalah Secara Mental, Simone Biles Mundur di Final Olimpiade

Anggota tim senam wanita Jerman, Elisabeth Seitz berharap gerakan tersebut bisa menginspirasi para pesenam yang tidak nyaman saat memakai pakaian senam biasa di hadapan publik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baik Biles maupun Seitz berusaha menyuarakan kesetaraan bagi pesenam wanita di Olimpiade.

Iringan musik

Namun demikian, masih ada perbedaan mendasar terkait persaingan antara pria dan wanita dalam Olimpiade.

Baca juga: Dukungan bagi Simone Biles, Pesenam AS yang Mundur dari Olimpiade Tokyo demi Kesehatan Mental

Atelt senam Rusia, Nikita Nagornyy dalam kejuaraan European Artistic Gymnastics Championships 2021.ARND WIEGMANN Atelt senam Rusia, Nikita Nagornyy dalam kejuaraan European Artistic Gymnastics Championships 2021.

Dalam kompetisi senam lantai individu, atlet wanita melakukan rutinitas senam sembari diiringi musik. Sedangkan bagi atlet pria, waktu kompetisi dikurangi 20 detik, dan tanpa alunan musik.

Mengapa demikian?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.