Kompas.com - 04/08/2021, 17:40 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Perempuan lulusan Universitas Gadjah Mada itu lalu memberikan contoh, ketika sahabat yang kehilangan orangtuanya sibuk mempersiapkan pemakaman terbaik.

Cobalah menawarkan bantuan, kata dia, alih-alih menyuruhkan beristirahat dan berdiam diri saja.

Baca juga: Tips Bagi Orangtua untuk Meluapkan Kesedihan di Depan Anak

Untuk orang yang berduka ini, empati yang disalurkan akan lebih bisa dirasakan apabila kita memahami cara dia menyalurkan kesedihannya.

"Contoh lainnya, apabila ada kerabat yang berduka dan menangis tak henti-henti, jangan menyuruhnya berhenti," kata dia.

Lebih baik, dampingi orang tersebut dan setelah tangisannya lebih tenang, tanyakan apa penyebabnya, dan kemungkinan dia bersedia berbagi perasaannya.

Seseorang membutuhkan ruang untuk menyalurkan emosi yang dirasakannya tanpa ditahan-tahan.

Hal ini untuk memastikan proses emosional yang kita jalani berlangsung sehat dan tidak malah menjadi beban.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.