Kompas.com - 06/08/2021, 14:03 WIB

Melansir HuffPost, beberapa kalimat yang mengarah pada body shaming dan umum diucapkan antara lain:

  • "Gemukan, ya", "sepertinya berat badan kamu turun" atau "ngapain aja sampai kurus begini?". Kalimat ini biasa diungkapkan ketika seseorang bertemu kerabat yang sudah lama tidak ditemui.
  • "Sudah saatnya kamu menikah, jadi harus menurunkan berat badan".
  • "Gemuk banget, nanti enggak ada yang mau menikamu, lho."
  • "Kamu gemuk tapi tetap terlihat menarik." Kalimat "pujian" ini mengandung stigma tersembunyi bahwa orang dengan kelebihan berat badan jelek dan sisi menarik orang tersebut dipertanyakan karena ukuran tubuhnya.
  • "Wah, kurusan ya. Kamu jadi terlihat menarik." Kalimat ini memang terkesan mengandung "pujian". Namun sebaiknya sisi menarik seseorang tak didefinisikan dari ukuran tubuhnya.
  • "Jangan makan banyak, nanti gemuk", dan lain sebagainya.

Baca juga: 6 Cara Menghadapi Body Shaming di Media Sosial

Bahaya body shaming

Meski tujuannya adalah bercanda atau agar pendengarnya memulai kebiasaan sehat, nyatanya hal ini bisa menimbulkan efek negatif.

Beberapa efek negatif body shaming antara lain:

1. Menurunkan rasa percaya diri

Korban body shaming rentan mengalami rasa rendah diri dan marah kepada dirinya sendiri. Mereka seolah terdoktrinasi oleh perkataan orang lain sehingga cenderung selalu melihat bentuk tubuhnya dari sisi yang negatif. Hal ini juga meningkatkan gangguan psikologis pada korbannya.

2. Meningkatkan risiko obesitas

Orang gemuk yang menjadi korban olok-olok, sering kali mengalami peningkatan berat badan yang signifikan. Studi lain, menunjukkan 6.157 peserta non-obesitas yang mengalami diskriminasi karena bentuk tubuhnya, 2,5 kali lebih rentan mengalami obesitas di tahun-tahun mendatang. Body shaming kepada orang gemuk juga meningkatkan risiko binge eating disorder pada korbannya.

3. Meningkatkan risiko bunuh diri

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, korban mudah mengalami masalah psikologi seperti depresi. Meski tidak ada hubungan langsung antara body shaming dengan bunuh diri, depresi yang ditimbulkan olehnya tentu berkaitan. Depresi merupakan salah satu penyebab utama seseorang bunuh diri.

Baca juga: Perilaku Body Shaming yang Sering Tak Disadari Akibatnya

Menghentikan body shaming

Jika kita adalah seseorang yang sering mengucapkan lelucon berkaitan dengan topik tubuh teman atau orang lain, ada baiknya mulai sekarang mengganti topik bercanda ke hal lain.

Namun, jika kita yang biasa menjadi korban body shaming, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

  • Mengganti topik

Hal paling sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan mengganti topik pembicaraan. Bila seseorang mengkritik penampilan Anda, segera ganti topik pembicaraan.

  • Katakan kita punya cara sendiri

Orang-orang memang sering merasa bahwa mereka memiliki cara yang paling benar. Namun, kita juga dapat memberitahukan pada mereka bahwa kita punya cara sendiri untuk menjaga bentuk tubuh dan kesehatan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.