Kompas.com - 06/08/2021, 19:24 WIB

KOMPAS.com - Sebanyak 300 kucing peliharaan di Inggris diduga mati akibat penyakit langka yang disebut pansitopenia. Penyakit ini diduga dipicu racun dalam produk makanan kucing yang kini telah ditarik dari pasaran.

Setidaknya ada laporan 528 kasus penyakit pansitopenia yang terjadi pada kucing di Inggris, per 2 Agustus lalu. Dari jumlah tersebut, tingkat kematiannya cukup tinggi, hingga 63,52 persen.

Sekolah kedokteran hewan di London, Royal Veterinary College (RVC) menyatakan jumlah kasusnya bisa lebih tinggi lagi. Namun hanya sebagian kecil dokter hewan yang secara aktif melaporkan soal adanya kasus ini, dikutip dari People.

Pansitopenia adalah penyakit yang terjadi ketika kadar sel darah merah dan putih dan trombosit menurun sehingga berdampak buruk pada kesehatan hewan berbulu ini.

Gejala awalnya, seperti lesu dan kurang nafsu makan, agak sulit untuk didiagnosis. Namun kucing juga akan mengalami gejala yang lebih berbahaya seperti pendarahan dari mulut dan darah dalam urin atau tinja.

Kondisi ini digolongkan sebagai wabah meskipun belum dikaitkan dengan penyakit umum atau menular kucing lainnya. Meski demikian, otoritas di Inggris telah melakukan penyelidikan pada sejumlah brand makanan kucing yang tersedia di pasaran.

Setidaknya ada tiga merk makanan hewan ini yang telah ditarik dari peredaran pada Juni lalu, yakni makanan kering hypoallergenic Sainsbury, Pets at Home's Applaws dan makanan kucing AVA.

Baca juga: Kucing Lebih Rentan Tertular Covid-19 Daripada Anjing, Apa Sebabnya?

“Penyelidikan kami sedang berlangsung dan kami masih mengumpulkan data dari dokter hewan yang berpraktik, serta menguji sampel makanan yang terkait dengan kucing yang terkena dan yang tidak terpengaruh untuk menentukan signifikansi temuan ini," demikian rilis dari RVC terkait hal ini. 

Hasil penemuan ini telah disampaikan pada Food Standards Agency (FSA), otoritas pangan di Inggris, yang akan membantu penyelidikan kasus ini.

Dalam pernyataan publiknya, FSA menyatakan senyawa mikotoksin telah ditemukan dalam sejumlah kecil sampel makanan kucing dari brand yang telah ditarik itu.

Meski demikian, temuan ini tidak bisa memastikan bahwa senyawa tersebut merupakan penyebab wabah pansitopenia kucing ini.

Berdasarkan WHO, mikotoksin adalah racun alami yang diproduksi oleh berbagai jamur dan dapat tumbuh pada beberapa makanan yang berbeda termasuk sereal, buah-buahan kering, kacang-kacangan dan rempah-rempah.

Efeknya bisa merugikan bagi kesehatan serta dapat menimbulkan ancaman serius bagi manusia maupu hewan ternak.

Baca juga: 7 Makanan Kita yang Bisa Diberikan kepada Kucing

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber People


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.