Kompas.com - 09/08/2021, 19:05 WIB
Kembung atau begah juga bisa menjadi tanda terlalu banyak konsumsi garam. SHUTTERSTOCK/THUNDERSTOCKKembung atau begah juga bisa menjadi tanda terlalu banyak konsumsi garam.

KOMPAS.comPuasa merupakan salah satu topik menarik yang diperdebatkan secara luas dalam konteks kesehatan dan pemenuhan nutrisi.

Beberapa profesional pun menyarankan puasa karena disebut dapat mendukung upaya penurunan berat badan.

Sebuah penelitian terbaru mengungkap, puasa dapat membantu "menenangkan" perut, dan ini sama sekali terlepas dari tujuan untuk menurunkan berat badan.

Baca juga: Diet Puasa Tak Terlalu Bermanfaat untuk Menurunkan Berat Badan

Tim ilmuwan di Universitas British Columbia Kanada mengungkap, puasa dapat mencegah gejala keracunan makanan -khususnya, salmonella enterica, dengan eksperimen pada tikus.

"Salmonella diberikan secara oral pada tikus yang berpuasa selama 48 jam sebelum dan selama paparan bakteri."

"Dari sana ditemukan, tikus tidak mengalami infeksi besar, dibandingkan dengan tikus yang telah diberi makan," kata para ilmuwan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Penderita Diabetes Perlu Perencanaan Puasa untuk Cegah Komplikasi

Disebutkan, puasa menghilangkan hampir semua kerusakan dan peradangan jaringan usus yang dapat menjadi penyebab utama ketidaknyamanan gastrointestinal (GI), saat seseorang menderita keracunan makanan.

"Ketika makanan terbatas, mikrobioma tampaknya menyerap nutrisi yang tersisa, mencegah patogen memeroleh energi yang mereka butuhkan untuk menginfeksi inang."

Meski demikian,  amat jarang ada satu penelitian yang sepenuhnya konklusif. Ditambah lagi, penelitian pada hewan tidak selalu berbanding lurus dengan efek pada manusia.

Selain itu, kita tidak dapat mengantisipasi kapan kita akan menghadapi keracunan makanan dan kapan harus berpuasa, bukan?

Baca juga: Rekomendasi Masak Simpel dan Bergizi Selama Puasa

Tetapi, penelitian ini menawarkan solusi ketika merasa sedikit sakit perut, kita bisa untuk berpuasa.

Tentu saja, ada baiknya untuk berkonsultasi lebih dahulu ke dokter mengenai kondisi tersebut.

Penelitian ini juga menunjukkan, dalam beberapa kasus, mengistirahatkan perut sambil tetap terhidrasi merupakan obat yang baik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber eatthis
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.