Kompas.com - 12/08/2021, 16:15 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|

KOMPAS.com - Stunting masih menjadi salah satu masalah gizi serius yang sedang dihadapi Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memang menunjukkan bahwa prevalensi balita mengalami stunting pada 2019 menurun dibandingkan 2018, yaitu dari 30,8 persen menjadi 27,7 persen.

Sayangnya, fakta itu tidak menenangkan lantaran angkanya masih cukup tinggi. Perlu diketahui, 28 dari 100 balita masih mengalami stunting.

BPS juga menjelaskan, prevalensi balita mengalami stunting Indonesia masih tinggi, jika dibandingkan dengan negara-negara berpendapatan menengah lainnya.

Baca juga: Paparan Rokok Tingkatkan Stunting pada Anak

Sebagai informasi, stunting adalah masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya.

Anak yang menderita stunting akan lebih rentan terhadap penyakit dan ketika dewasa berisiko untuk mengidap penyakit degeneratif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal yang perlu diperhatikan, stunting tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga tingkat kecerdasan anak. Bisa dibayangkan, bagaimana kondisi sumber daya manusia Indonesia di masa yang akan datang jika saat ini banyak anak Indonesia yang menderita stunting.

Itulah mengapa pencegahan stunting menjadi begitu penting, termasuk menyadari faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko stunting. Ini beberapa di antaranya yang perlu diketahui, terutama oleh ibu muda

Ibu hamil alami anemia

Selama kehamilan, tubuh membutuhkan lebih banyak darah untuk mendukung pertumbuhan bayi yang masih dalam kandungan.

Baca juga: Membatasi Asupan Karbohidrat Dapat Menyebabkan Anak Stunting

Jika ibu hamil tidak mendapatkan cukup zat besi, lalu menderita anemia, tubuh tidak dapat menghasilkan jumlah sel darah merah yang dibutuhkan untuk membuat darah tambahan ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.