Kompas.com - 14/08/2021, 11:34 WIB

KOMPAS.com - Penggunaan masker medis yang masif selama pandemi Covid-19 menciptakan timbunan sampah yang amat berbahaya bagi lingkungan.

Untuk mengurangi dampak buruknya, kita dianjurkan untuk mengolah atau menghancurkannya. Selain itu, masker yang berisiko terpapar virus juga bisa menjadi sumber penyakit jika tidak dikelola dengan benar.

Agar lebih mudah, kini kita bisa mengirim sampah masker kesehatan ke tempat pengolahan agar bisa didaurulang atau dihancurkan.

Pengiriman bisa dilakukan ke alamat @upakarapersadanusantara dan @dumask.indonesia untuk diproses sesuai dengan kebutuhannya.

Upakara Persada akan mengolah sampah medis kita menjadi biji plastik lalu didaur ulang menjadi pot hidroponik, bak sampah, atau kantung sampah, dll.

Baca juga: Cara Membuang Sampah Masker Sekali Pakai Menurut Kemenkes

Sedangkan Dumask akan menghancurkan dan memusnahkannya seutuhnya dengan teknologi pemanas bersuhu tinggi atau dikenal juga dengan metode pirolisis.

Namun, pastikan untuk mensterilkan masker kesehatan yang bekas dipakai sebelum dikirim. Tujuannya agar masker benar-benar bebas dari virus, bakteri maupun kuman yang mungkin menempel.

Bersihkan dengan alkohol

  • Semprot permukaan luar dalam dengan alkohol 70 persen
  • Gunting masker, pisahkan kawatnya dan lipat dengan ringkas
  • Masuk ke kantong dengan tutup seal klip dan tutup rapat
  • Penuhi kantong tersebut dengan sampah masker media dan segara kirim ke alamat tujuan setelah jumlahnya mencukupi

Bersihkan dengan sabun

  • Campur air dan larutan deterjen, kemudian aduk rata
  • Masukkan cairan ke dalam wadah berpenutup
  • Masukkan masker bekas ke dalam wadah berisi air sabun dan tutup
  • Lakukan sampai ember penuh dengan masker dan jemur di bawah terik matahari
  • Setelah kering, gunting masker dan pisahkan kawatnya
  • Rapikan maker dan masukkan dalam kantong sehingga sampah kita siap dikirim dan diolah

Baca juga: Tips Pakai Ulang Masker KN95 ala Dokter Faheem Younus, Jadi Lebih Hemat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.