Kompas.com - 15/08/2021, 21:52 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Salah satu efek yang dirasakan tubuh setelah mengonsumsi minuman beralkohol adalah mengantuk, dan pada akhirnya kita tertidur.

Banyak orang menggunakan alkohol sebagai pelarian untuk memudahkan mereka terlelap. Namun faktanya, minuman beralkohol akan memperburuk kualitas tidur kita.

Hal itu dijelaskan Keith Heinzerling, MD, spesialis penyakit dalam dan obat kecanduan di Providence Saint John's Health Center.

"Saat kita mengonsumsi sesuatu yang dibuat-buat untuk memicu tidur atau memperpanjang durasi tidur seperti alkohol, itu tidak dapat memulihkan otak dan tubuh," tuturnya.

"Tidur karena alkohol bukanlah tidur nyenyak seperti yang kita rasakan saat tertidur secara alami tanpa bantuan zat penenang ini."

Menurut sebuah laporan, sekitar 30 persen orang yang memiliki masalah insomnia --susah tidur-- mengonsumsi minuman beralkohol untuk membantu mereka tertidur.

Baca juga: Meski Bikin Ngantuk, Alkohol Justru Berefek Buruk pada Kualitas Tidur

Padahal, minuman alkohol bisa memberikan dampak negatif pada kualitas tidur seseorang. Ini dampaknya:

1. Mengganggu ritme sirkadian tubuh

Alkohol dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh yang seharusnya membantu kita tertidur di malam hari.

Ritme sirkadian diatur oleh jam internal tubuh. Sel-sel saraf di otak mengoordinasikan fungsi fisiologis dan mempersiapkan tubuh untuk tidur di malam hari.

Minuman beralkohol akan mengganggu ritme tersebut dengan menekan produksi melatonin, hormon yang mendorong tubuh untuk tidur.

Sebuah studi tahun 2007 yang dimuat ke dalam jurnal Chronobiology International menemukan konsumsi alkohol dalam jumlah sedang sekitar satu jam sebelum tidur dapat mengurangi produksi melatonin.

Para peserta dalam studi tersebut mengonsumsi sekitar 1,1 gram vodka per kilogram berat badan.

Kemudian, dua setengah jam setelah minum minuman beralkohol, kadar melatonin peserta berkurang 19 persen dibandingkan mereka yang tidak minum alkohol.

Baca juga: 7 Mitos Tentang Minuman Beralkohol

2. Mengganggu tidur REM

Sebuah temuan pada 2013 yang mengacu pada 27 studi yang dimuat ke dalam jurnal Alcoholism: Clinical and Experimental Research mengungkap, alkohol mengurangi jumlah keseluruhan tidur REM.

Rapid eye movement atau REM adalah tahap tidur yang merangsang bagian otak untuk membantu mengatur memori dan pembelajaran.

Apabila tahap tidur ini terganggu, maka kita bisa mengalami depresi dan kecemasan, serta meningkatkan risiko demensia.

Umumnya, siklus tidur REM pertama terjadi sekitar 90 menit setelah kita tertidur.

Namun, konsumsi minuman beralkohol akan membuat siklus tidur itu menjadi terhambat.

Temuan pada 2013 menemukan, semakin banyak kita mengonsumsi alkohol, maka semakin sedikit tidur REM yang kita dapatkan.

Kita juga akan lebih sering terbangun di malam hari, dan kekurangan tidur akibat minuman beralkohol.

Baca juga: Walau Sedikit, Konsumsi Minuman Beralkohol Tetap Bahaya

3. Sering ke toilet

Heinzerling mengatakan, alkohol adalah zat diuretik yang membuat kita lebih sering buang air kecil ketimbang mengonsumsi cairan non-alkohol dalam jumlah sama.

Pasalnya, alkohol akan menghambat vasopresin atau hormon yang mengatur jumlah air yang diserap ginjal.

Akibatnya ginjal akan menyimpan air dalam jumlah lebih sedikit dan memasukkan sisa air ke dalam kandung kemih.

Satu studi pada 2010 yang dipublikasikan ke dalam jurnal Alcohol and Alcoholism meneliti efek diuretik satu liter bir pada 12 pria.

Peneliti menemukan urin peserta meningkat dari dua persen menjadi empat persen, dibandingkan saat peserta mengonsumsi minuman yang tidak mengandung alkohol.

Baca juga: Ketahui 11 Penyebab Kita Sering Buang Air Kecil

4. Mengganggu sistem pernapasan

Alkohol menekan sistem saraf pusat, serta memperlambat detak jantung dan sistem pernapasan. Kita pun lebih sulit bernapas saat tidur.

Jika alkohol dikombinasikan dengan obat tidur, akibatnya bisa sangat fatal.

Alkohol bekerja dengan melemaskan otot-otot pernapasan. Bagi seseorang yang memiliki gangguan tidur seperti sleep apnea, minuman beralkohol bisa memperburuk masalah.

Sleep apnea atau kondisi di mana tubuh berhenti bernapas untuk sementara waktu adalah gangguan utama dalam tidur, kata Heinzenberg.

"Pernapasan terhambat karena saluran udara dalam kondisi rileks," kata Heinzenberg.

"Obat penenang, terutama alkohol pada seseorang tanpa sleep apnea akan mengurangi refleks untuk menjaga jalan napas tetap terbuka."

Baca juga: Minum Alkohol Bisa Ganggu Kesehatan Otak, Simak Alasannya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.