Kompas.com - 16/08/2021, 08:59 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Minuman yang relatif banyak digemari masyarakat Indonesia setelah kopi adalah teh. Bau daun teh yang harum, serta rasanya yang menenangkan membuat banyak orang menyukai minuman ini.

Teh juga memiliki segudang manfaat, seperti yang dibuktikan dari banyak penelitian. Namun sebenarnya jenis teh apa yang baik bagi kita?

Menurut ahli gizi Beth Czerwony, MS, RD, CSOWM, LD, setiap jenis teh menawarkan manfaat yang berbeda.

"Pilih teh yang sesuai dengan kebutuhan kita," sebut Czerwony, seperti dikutip laman Cleveland Clinic.

Ada berbagai jenis teh yang memberikan manfaat kesehatan tertentu bagi kita, yakni:

1. Teh hijau (memperbaiki kesehatan secara umum)

Ilustrasi teh hijau.shutterstock Ilustrasi teh hijau.
"Teh hijau adalah juaranya dalam hal menawarkan manfaat kesehatan," cetus Czerwony.

Berdasarkan temuan medis, teh hijau dikaitkan dengan manfaat sebagai berikut:

  • Mencegah kanker
  • Melawan penyakit jantung
  • Menurunkan tekanan darah
  • Menawarkan anti peradangan
  • Menurunkan berat badan
  • Mengurangi kolesterol

Senyawa antioksidan yang ditemukan dalam taun teh hijau, yakni katekin membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas yang bereaksi dengan molekul lain di dalam tubuh.

Baca juga: Manfaat Teh Hijau bagi Kesehatan, Cegah Kanker dan Kegemukan

2. Teh jahe (bermanfaat untuk usus)

ilustrasi teh jahe dengan lemon. SHUTTERSTOCK/Aboikis ilustrasi teh jahe dengan lemon.
Apabila perut terasa mual, maka kita bisa menyembuhkan kondisi tersebut dengan teh jahe atau ginger tea.

Satu studi menemukan, jahe mampu memerangi perut mual. Rempah-rempah ini bisa dijadikan obat bagi wanita yang mengalami mual (morning sickness) selama masa kehamilan, kata Czerwony.

Tak hanya itu. Jahe juga membantu mempercepat proses pencernaan makanan, menenangkan gangguan pencernaan, serta meredakan sakit perut.

"Jahe melemaskan banyak hal di usus kita, yang bisa membuat kita lebih nyaman jika mengalami masalah perut," ucap dia.

Tidak menyukai jahe? Masih ada peppermint tea atau teh peppermint yang dapat membantu mengatasi gangguan pencernaan seperti refluks asam.

Baca juga: Dari Jahe hingga Kunyit, Ini 10 Pengobatan untuk Atasi Sakit Mag

3. Teh herbal (bermanfaat untuk paru-paru)

Ilustrasi Teh HerbalDok. Unsplash/ Lina Hobbs Ilustrasi Teh Herbal
Senyawa anti-peradangan yang terdapat dalam teh herbal dapat membantu melonggarkan saluran udara yang terhambat karena penyakit asma, menurut Czerwony.

Dia menyarankan kita mengonsumsi teh herbal yang mengandung kunyit, kayu manis atau jahe.

Meminum secangkir teh herbal panas juga bisa mengatasi hidung yang tersumbat.

"Teh ini akan membersihkan kotoran di hidung," ucapnya.

Baca juga: Merasa Stres? Konsumsi 10 Jenis Teh Herbal ini

4. Teh peppermint (bermanfaat untuk melawan banyak penyakit)

Teh peppemint bisa digunakan mengurangi kecemasanUnsplash/Rob Sarmiento Teh peppemint bisa digunakan mengurangi kecemasan
Teh peppermint yang dikemas dengan mentol ampuh melawan banyak penyakit, termasuk flu.

"Teh ini benar-benar meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita," jelas Czerwony.

Manfaat lain dari teh peppermint yaitu mengendurkan otot-otot tenggorokan yang sakit, meredakan hidung tersumbat, serta menurunkan demam.

Juga, teh ini memiliki senyawa antibakteri dan antivirus untuk meningkatkan kesehatan.

Alternatif teh yang bisa dicoba saat kondisi tubuh tidak fit adalah teh echinacea, teh hibiscus, dan teh elderberry.

5. Teh chamomile (bermanfaat untuk tidur)

Chamomile tea untuk kesehatan.Unsplash/Tea Creative Chamomile tea untuk kesehatan.
Ingin cepat terlelap? Minumlah secangkir teh chamomile sebelum tidur.

Tanaman chamomile mengandung senyawa antioksidan berupa apigenin. Apigenin ini akan bekerja di bagian reseptor di otak untuk mengurangi kecemasan, meningkatkan ketenangan dan membuat kita mengantuk.

"Chamomile pada dasarnya bertindak sebagai obat penenang ringan," kata Czerwony. "Teh chamomile akan membantu kita untuk tidur."

Teh akar valerian juga bisa menjadi pilihan lain jika kita sulit memejamkan mata.

Baca juga: Benarkah Teh Chamomile Efektif Membantu Kita Tidur?

6. Teh hitam mengandung kafein lebih banyak

Ilustrasi teh hitamgrafvision Ilustrasi teh hitam
Pada dasarnya teh hitam menawarkan manfaat yang sama seperti teh hijau.

Bedanya, daun yang digunakan untuk membuat teh hitam dibiarkan menua dan teroksidasi, sehingga warna daun menjadi kecokelatan atau kehitaman.

Sementara itu, daun teh hijau diproses saat warna daun masih cerah.

Teh hitam umumnya mengandung lebih banyak kafein daripada teh hijau. Mengonsumsi teh hitam perlu dipertimbangkan jika kita berniat untuk membatasi asupan kafein, menurut Czerwony.

"Ada begitu banyak jenis teh di luar sana," ujarnya.

"Cobalah varietas teh yang berbeda dan lihat mana yang paling cocok bagi kita."

Baca juga: Lebih Sehat Mana, Teh Hijau atau Teh Hitam?


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.