Kompas.com - 16/08/2021, 13:15 WIB
Reymond Pierre Pau Westerling menjadi tokoh yang kontroversial dalam film The East. DOK. NEW AMSTERDAM FILM COMPANY/MILAN VAN DRILReymond Pierre Pau Westerling menjadi tokoh yang kontroversial dalam film The East.

KOMPAS.com - Menonton film bertema kemerdekaan RI bisa menjadi alternatif cara merayakan hari kemerdekaan RI meski di rumah saja.

Momen ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengakrabkan diri dengan keluarga sambil mengetahui lebih jauh cerita tentang sejarah kemerdekaan RI.

Berikut beberapa pilihan film kemerdekaan yang bisa kita tonton bareng keluarga di rumah:

1. Soekarno: Indonesia Merdeka (2013)

Film garapan sutradara Hanung Bramantyo ini menceritakan perjalanan hidup Soekarno sebagai salah satu proklamator bangsa. Sosok Soekarno diperankan oleh Ario Bayu.

Film berdurasi 137 menit ini juga mengupas sedikit tentang kisah cinta Soekarno. Selain kisah drama romansa, fokus cerita juga mengarah pada perjuangan Soekarno dalam memerdekakan Indonesia.

Dengan langkah politiknya Soekarno akhirnya mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Film ini sangat cocok bagi orang-orang yang ingin mengetahui gambaran situasi jelang kemerdekaan Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 6 Cara Rayakan Hari Kemerdekaan di Tengah Pandemi

2. Jenderal Soedirman (2015)

Jenderal Soedirman merupakan film biopik yang menceritakan perjuangan salah satu pahlawan indonesia, Jenderal Soedirman.

Tidak seperti film biopik pada umumnya, film ini tidak menceritakan sejarah kehidupan sang jenderal dari kecil hingga tua melainkan fokus pada perjuangan Jenderal Soedirman dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Film ini juga menampilkan kondisi Jenderal Soedirman yang tetap memimpin perang gerilya di Tanah Jawa meski sedang menderita sakit paru-paru.

3. Merah Putih (2009)

Film bergenre sejarah yang disajikan dengan rasa Hollywood ini tidak hanya mengisahkan perjuangan heroik Amir, Thomas, Dayan, dan Marius, empat kadet hasil didikan sebuah lembaga pendidikan militer Indonesia di Jawa Tengah tahun 1947, tetapi juga menghadirkan dinamika kehidupan religius masing-masing mereka.

Di tengah upaya mereka berjuang melawan aksi agresi tentara Belanda, para penonton dapat menyaksikan bagaimana para pemuda pejuang yang berasal dari kelas sosial dan latar belakang pendidikan yang berbeda ini senantiasa menjalankan ibadah agamanya dalam suasana yang penuh toleransi.

Ini merupakan film pertama dari Trilogi Merdeka. Dua film lainnya dalam rangkaian trilogi ini yakni Merah Putih 2: Darah Garuda (2010) dan Hati Merdeka (2011).

Baca juga: Daftar 6 Negara Pertama yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia

4. The East (2020)

Film bergenre drama, thriller, dan perang The East (atau De Oost dalam bahasa Belanda) digarap oleh sutradara asal Belanda keturunan Indonesia, Jim Taihuttu.

Film ini merupakan produksi film dari hasil kerja sama tiga negara, yakni Belanda, Indonesia, dan Belgia.

Kerja sama ketiga negara terlihat dari jasa orang di balik layar. Selain disutradarai oleh Jim yang merupakan keturunan Indonesia, film ini diproduseri oleh Sander Verdonk asal Belanda dan Shanty Harmayn asal Indonesia.

Selain dapat mengetahui sisi sejarah lain dari kekejaman prajurit Koninklijk Nederlands-Indische Leger (KNIL), Reymond Pierre Pau Westerling, penonton juga bisa mengetahui kehidupan masa lalu masyarakat Indonesia pasca-proklamasi.

Hal ini tentu menjadi pengalaman berharga untuk semakin meningkatkan jiwa nasionalisme di dalam diri.

The East juga berupaya menghadirkan sejarah masa pendudukan Belanda di Indonesia yang jarang dibahas di Negeri Oranye. Orang Belanda menganggap bahwa prajurit yang dikirim ke Indonesia hanya menjalankan tugas yang berkaitan dengan politik.

Mereka kurang mengetahui atau bahkan memahami konteks sejarah yang memuat kisah kekejaman prajurit Belanda terhadap penduduk pribumi.

Jim membeberkan fakta sejarah bagi dua sisi, yakni untuk masyarakat Belanda dan Indonesia.

Baca juga: Sambut Hari Kemerdekaan, Film The East yang Menceritakan Kekejaman Westerling Layak Ditonton

5. Battle of Surabaya (2015)

Film animasi Battle of Surabaya menceritakan petualangan Musa, remaja tukang semir sepatu yang menjadi kurir bagi perjuangan arek-arek Surabaya dan Tentara Keamanan Rakyat dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Ia kemudian mendapat misi menjadi kurir surat-surat pribadi para tentara dan milisi pejuang. Bersama dengan Yumna dan Danu, Musa banyak mengalami berbagai petualangan dalam menjalani tugasnya.

Film yang diproduksi oleh STMIK Amikom dan MSV Pictures serta telah dirilis pada September 2014 itu menampilkan tokoh dan cerita fiktif, tetapi berlatar belakang sejarah perjuangan bangsa Indonesia ketika Perang Surabaya 1945. Cerita dibuka dengan visualisasi dahsyat dari pengeboman Kota Hiroshima oleh pihak Sekutu yang menandakan menyerahnya Jepang.

Baca juga: Film Animasi Battle of Surabaya Terjual di Cannes

6. Wage (2017)

Wage menceritakan tentang biografi Wage Rudolf Supratman, pencipta lagu kebangsaan "Indonesia Raya".

Film ini menyajikan kisah perjuangan dan semangat membara seorang Wage Rudolf Supratman dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Dengan lagu dan biolanya, Wage berjuang demi kemerdekaan bangsa. Tidak hanya "Indonesia Raya", Wage juga mengubah lagu perjuangan untuk mengobarkan semangat rakyat melawan penjajah, diantaranya lagu "Indonesia Wahai Ibuku", " Di Timur Matahari, dan "R.A. Kartini".

Film bertema sejarah yang digarap oleh sutradara John De Rantau ini berhasil meraih nominasi Piala Citra.

Baca juga: Nantikan Wage pada Hari Sumpah Pemuda 2017

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Kompas.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.