Kompas.com - 18/08/2021, 10:28 WIB
Barbie edisi Olimpiade Tokyo 2020 dikecam publik karena tidak ada figur Asia, padahal kejuaraan olahraga itu digelar di Jepang. MATTEL via CNNBarbie edisi Olimpiade Tokyo 2020 dikecam publik karena tidak ada figur Asia, padahal kejuaraan olahraga itu digelar di Jepang.

KOMPAS.com - Perusahaan mainan anak-anak, Mattel menuai kritikan karena tak menyertakan sosok perempuan Asia dalam koleksi Barbie terbarunya yang bertema Olimpiade Tokyo.

Mattel merilis lima boneka Barbie baru yang terinspirasi dari atlet wanita yang berlaga di olimpiade. Boneka tersebut dikatakan memiliki semangat 'kesenangan dan persahabatan musim ini' seperti value dari acara olahraga kelas dunia ini.

Koleksi tersebut terdiri dari boneka peselancar berkulit hitam, boneka berkulit putih dan berambut pirang yang digambarkan sebagai atlet karate, dan tiga lainnya yang merupakan olahragawan cabang bisbol dan softball, panjat tebing, dan boneka skateboard.

Kelimanya dinilai secara kolektif mewakili lima cabang olahraga baru yang dilombakan di olimpiade yang baru saja berakhir ini.

Ironisnya, tak ada satupun boneka yang menggambarkan kecantikan dan ketangguhan atlet perempuan Asia. Padahal gelaran olimpiade yang baru selesai ini dilaksanakan di Tokyo, salah satu kota utama di Benua Asia.

Tak pelak, Mattel dinilai bersikap diskriminatif terhadap ras Asia. Perusahaan ini dinilai gagal memenuhi ekspektasi dan mencerminkan sikap inklusif, hal yang selama ini kerap digembor-gemborkan dalam iklan marketingnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam berbagai pernyataan publiknya, Mattel kerap mengaku sebagai perusahaan mainan yang inklusif untuk semua orang dan golongan.

Terlebih lagi, ada banyak atlet perempuan Asia inspiratif lainnya yang bisa dijadikan model karakter boneka Barbie. Misalnya saja Rikako Ikee, atlet renang Jepang dan Sunisa Lee, pesenam Amerika yang memiliki latar belakang sebagai pengungsi Laos.

"Mattel membuat orang Asia-Amerika tidak terlihat saat menggembar-gemborkan 'most diverse doll line yet,'" cuit seniman Jepang-Amerika Drue Kataoka via Twitter.

"Dimana Barbie Asia?? Mereka umumnya sulit ditemukan tetapi Anda akan berpikir Olimpiade akan termasuk! Putri saya setengah Asia & saya terus berdebat apakah dia akan bermain dengan Barbie. Ini hanya membuktikan kepada saya bahwa Putri Disney adalah pilihan yang jauh lebih baik! @Hasbro @DisneyStudios" komentar akun @awadds.

Dikutip dari Insider, Mattel merespon hujan kritik ini dengan menyatakan bahwa Barbie atlet skateboardnya dimaksudkan untuk mewakili komunitas Asia.

"Menumbuhkan dunia yang lebih inklusif adalah inti dari merek kami dan kami berusaha untuk mencerminkan itu di lini produk Barbie kami," ujar juru bicara perusahaan.

"Ke depan, kami akan bekerja untuk menemukan lebih banyak cara untuk memenangkan semua perwakilan dan merayakan pencapaian luar biasa dari semua atlet Olimpiade, yang menunjukkan kepada kami bahwa segala sesuatu mungkin terjadi."

Baca juga: 6 Pejuang Covid-19 Jadi Model Barbie, Termasuk Penemu Vaksin AZ

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.