Kompas.com - 18/08/2021, 12:20 WIB

KOMPAS.com - Kelompok militer Taliban yang kini menguasai Afganistan berjanji akan memberikan kebebasan bagi wanita dengan persyaratan tertentu.

Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban dalam konfrensi pers yang dilakukannya mengatakan perempuan akan bebas bekerja dalam pemerintahan yang dibangun kelompoknya.

Namun hal itu dilakukan bersama beberapa detail tentang aturan dan batasan lainnya yang, sayangnya, tidak diungkapkan lebih jelas.

Mujahid juga menekankan, semua warga Afghanistan kini harus hidup dalam kerangka Islam.

"Kami akan mengizinkan perempuan untuk bekerja dan belajar dalam kerangka kerja kami," katanya.

Baca juga: 3 Alasan Isu Taliban Begitu Menarik Perhatian Dunia

Ia menyatakan perempuan akan memiliki peran aktif dalam tatanan masyarakat baru di era Taliban. Hanya saja, Mujahid tidak menjelaskan lebih lanjut ketika ditanya tentang aturan berpakaian dan peran apa yang dapat dimiliki wanita pekerja di negara tersebut.

Pernyataan ini melengkapi klaim Taliban sebelumnya soal amnesti umum di seluruh Afghanistan yang mengatakan ingin perempuan bergabung dengan pemerintahnya.

Meski demikian, janji ini tidak berhasil sepenuhnya mengikis kekhawatiran publik akan kebebasan wanita dalam kekuasaan Taliban. Terlebih lagi, kelompok ini punya catatan buruk soal hak perempuan ketika mereka menguasai Afghanistan antara tahun 1996 dan 2001.

Kala itu, perempuan diwajibkan mengenakan burka yang menutupi seluruh tubuh dan anak perempuan berusia 10 tahun ke atas dilarang pergi ke sekolah untuk mendapatkan pendidikan.

Baca juga: Malala, Gadis yang Pernah Ditembak Taliban, Lulus dari Universitas Oxford

Orang-orang menunggu untuk dapat diberangkatkan dengan pesawat saat mereka berebut untuk melarikan diri ke luar negeri, di Bandara Kabul, Afghanistan, Senin (16/8/2021). Bandara Kabul dilanda kekacauan ketika ribuan orang mencoba melarikan diri dari Taliban yang dilaporkan segera menguasai penuh Afghanistan.AFP/WAKIL KOHSAR Orang-orang menunggu untuk dapat diberangkatkan dengan pesawat saat mereka berebut untuk melarikan diri ke luar negeri, di Bandara Kabul, Afghanistan, Senin (16/8/2021). Bandara Kabul dilanda kekacauan ketika ribuan orang mencoba melarikan diri dari Taliban yang dilaporkan segera menguasai penuh Afghanistan.

Dianggap hanya janji kosong untuk mendapatkan dukungan internasional

Berbagai pernyataan berisi janji akan pemenuhan hak perempuan di Afganistan pasca Taliba berkuasa itu dianggap hanya sekedar janji kosong.

Sejumlah pihak berpendapat kelompok ekstremis itu hanya sedang berusaha memenangkan dukungan dari masyarakat internasional dan penduduk Afganistan.

"Saya tidak percaya apa yang mereka katakan," kata seorang wanita di Kabul, ibukota Afganistan, dikutip dari BBC.

Beberapa lainnya menilai itu hanya sebagai tipu muslihat untuk membujuk para perempuan keluar dari tempat persembunyiannya untuk dihukum.

"Saya menolak untuk belajar atau bekerja di bawah hukum mereka," kata yang lain.

Baca juga: Pernah Bertugas di Afganistan, Pangeran Harry Buka Suara Soal Taliban

Namun ada juga yang menganggapnya sebagai janji awal yang menandakan perubahan baik.

"Jika kita bisa bekerja dan mendapatkan pendidikan, itulah definisi kebebasan bagi saya, itu garis merah saya. Garis merah itu belum dilintasi oleh Taliban," kata seorang wanita lain di Afghanistan.

"Selama hak saya untuk belajar dan bekerja dilindungi, saya tidak keberatan mengenakan jilbab. Saya tinggal di negara Islam dan saya bersedia menerima aturan berpakaian Islami - selama itu bukan burqa karena itu bukan aturan berpakaian Islami."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber BBC


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
FEEL GOOD
Ruminasi
Ruminasi
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.