Kompas.com - 18/08/2021, 16:48 WIB
Ilustrasi remaja ISTOCKPHOTO/FERLISTOCKPHOTOIlustrasi remaja

KOMPAS.com - Angka kejadian anemia di Indonesia, terutama pada remaja dan ibu hamil, cukup tinggi. Kondisi ini jangan diremehkan sebab berdampak jangka panjang pada kesehatan.

Dalam jangka pendek, anemia dapat berpengaruh menurunkan konsentrasi belajar dan mudah terinfeksi penyakit infeksi. Pada jangka panjang, remaja dengan anemia berisiko mengalami gangguan pada kehamilan serta melahirkan anak dengan gizi buruk.

Dari Riset Kesehatan Dasar 2018, prevalensi anemia pada usia 15-24 tahun sebesar 32 persen. Itu naik hampir dua kali dari tahun 2013 yang tercatat sebesar 18,4 persen.

Penanganan anemia dibutuhkan intervensi menyeluruh, termasuk pemberian tablet tambah darah dan peningkatan kesadaran gizi.

Untuk meningkatkan edukasi gizi pada remaja, khususnya di pesantren, PT. Ajinomoto Indonesia bekerja sama dengan Departemen Gizi Masyarakat IPB dan Kementrian Agama menghadirkan buku panduan School Lunch Program (SLP).

Baca juga: 13 Gejala Anemia pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Buku panduan itu berisikan edukasi gizi, tips pelaksanaan program, dan berbagai aplikasi menu lezat bagi santri. Buku panduan ini juga bisa dipakai oleh sekolah umum yang menyediakan menu makan siang bagi siswa-siswinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Public Relations Manager PT.Ajinomoto Indonesia, Katarina Larasati, mengatakan dalam pilot project yang dilakukan di dua pesantren ini targetnya adalah untuk menurunkan prevalensi anemia.

“Setelah kami menyediakan menu yang tinggi kandungan zat besi, seperti rendang hati ayam, dan menu sayur, santri makan lebih banyak. Hasilnya, kami mengurangi 8 persen kejadian anemia di kalangan santri Pondok Pesantren Pertanian Darul Falah Bogor, dan 20,9 persen di Pondok Pesantren Darussalam Bogor,” kata Katarina dalam keterangan pers.

Keberhasilan pilot project ini, lanjut Katarina, akan diperluas di pesantren yang lain.

Baca juga: Awas, Anak Remaja Gampang Capek dan Ngantuk Saat Belajar Mungkin Akibat Anemia

“Program ini menurut kami sangat penting, karena semua anak di Indonesia berhak mendapatkan metode pembelajaran yang efektif tanpa takut akan ancaman kesehatan di sekitarnya, apalagi di saat situasi pandemi seperti ini,” katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.