Kompas.com - 19/08/2021, 13:51 WIB
Logo Olimpiade Tokyo 2020 beserta Olimpiade Paralimpik Tokyo 2020 twitterLogo Olimpiade Tokyo 2020 beserta Olimpiade Paralimpik Tokyo 2020

 

KOMPAS.com - Kekuasaan Taliban atas Afganistan saat ini memberikan pengaruh yang begitu besar bagi kehidupan warga di wilayah Asia Selatan itu.

Perubahan yang masif sekaligus mendadak khususnya dialami oleh Zakia Khudadadi, atlet taekwondo Afganistan yang dijadwalkan berlaga di Paralimpik Tokyo 2020.

Gadis berusia 23 tahun itu seharusnya menjadi atlet wanita pertama dari negara ini yang tampil di pesta olahraga disabilitas itu.

Namun mimpinya terpaksa kandas karena negaranya kini dikuasai kelompok militan itu.

Situasi negara tersebut sedang kacau sehingga otoritas olahraga Afganistan menyatakan tidak jadi berpartisipasi di paralimpiade yang akan dibuka 24 Agustus mendatang.

Baca juga: 2 Cabang Olahraga Memulai Debut di Paralimpik Tokyo 2020

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Zakia dan rekannya, atlet taekwondo putra, Hossain Rasouli masih terjebak di Kabul karena bandara ditutup dan semua penerbangan dihentikan.

Meski demikian, Zakia belum menyerah pada mimpinya untuk tampil di ajang bergengsi itu. Ia berusaha meminta pertolongan pada dunia internasional untuk membantu dirinya dan perempuan Afganistan lainnya.

"Saya meminta dari Anda semua bahwa saya seorang wanita Afganistan dan sebagai perwakilan dari wanita Afganistan meminta Anda untuk membantu saya," katanya kepada Reuters dalam bahasa Farsi melalui penerjemah.

"Niat saya adalah untuk berpartisipasi dalam Paralimpiade Tokyo 2020, tolong ulurkan bantuan dan bantu saya," ujarnya. 

Ia mendesak warga dunia termasuk perempuan di seluruh dunia, lembaga perlindungan perempuan, dari semua organisasi pemerintah, untuk tidak membiarkan hak-hak perempuan warga Afganistan dalam gerakan Paralimpiade dirampas begitu saja.

Baca juga: 22 Cabang Olahraga di Paralimpik Tokyo 2020

"Saya sudah banyak menderita, saya tidak ingin perjuangan saya sia-sia dan tanpa hasil. Tolong saya," ujarnya.

Kontingen Afganistan selalu berpartisipasi dalam setiap Paralimpik sejak 2004. Sebelumnya, negara ini dilarang bertanding selama Olimpiade Sydney 2000 karena kecaman internasional atas perlakuan Taliban yang berkuasa saat itu terhadap perempuan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.