Kompas.com - 20/08/2021, 10:10 WIB

KOMPAS.com - Membeli kosmetik dan skincare kini dapat dilakukan dengan mudah. Tak perlu lagi pergi ke toko, kita dapat membelinya secara online.

Sayangnya, kemudahan ini ternyata tak dibarengi dengan literasi yang cukup tentang membeli kosmetik yang aman.

Apalagi, promosi dan iklan yang gencar di media sosial juga memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk kosmetik.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum lama ini membagikan tips belanja kosmetik online yang aman dan bisa coba kita terapkan ketika hendak berbelanja produk kecantikan:

1. Tak mudah tergoda iklan

Kita mungkin tergiur untuk membeli produk kecantikan gara-gara iklannya berseliweran di media sosial atau figur artis idola kita menggunakannya.

Tapi, ketahuilah bahwa membeli kosmetik berdasarkan iklan adalah tindakan yang kurang bijaksana.

"Waspadai klaim berlebihan dan promosi yang menggiurkan," tulis BPOM dalam unggahan di Instagram resminya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BPOM RI (@bpom_ri)

2. Memilih penjual terpercaya

Lewat media apapun kita membeli kosmetik secara online, pastikan memilih penjual yang terpercaya.

Sebelum membeli, pilih penjual yang terverifikasi dan memiliki reputasi baik.

Jangan lupa pula untuk mengecek ulasan dari pembeli lain dan menghubungi penjual untuk memastikan kualitas produk.

Baca juga: Apa Itu Kosmetik dan Skincare Abal-Abal?

3. Cek KLIK

BPOM mengingatkan para konsumen untuk cermat memeriksa informasi produk dengan mengecek Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa (KLIK).

Kemasan

  • Pastikan kemasan dalam keadaan baik dan tidak rusak (tidak mengembung atau penyok).
  • Jangan gunakan produk jika kondisi rusak.

Label

  • Baca informasi yang tercantum pada label sebelum membeli atau menggunakan kosmetik.

Izin edar

  • Selalu gunakan produk kosmetik yang terdaftar atau ternotifikasi di BPOM.
  • Nomor notifikasi kosmetik ditandai dengan kode NA/NB/NC/ND/NE dan diikuti dengan 11 digit angka.

Kedaluwarsa

  • Jangan gunakan kosmetik yang sudah melebihi tanggal kedaluwarsa.

Mengutip Kompas.com (01/02/2021), salah satu langkah untuk melakukan pengecekan daftar produk kosmetik dan produk lainnya dapat dilakukan melalui situs Cek BPOM.

Caranya, Buka situs cekbpom.go.id kemudian masukkan nama merek, produk, atau kode registrasi pada kolom yang tersedia.

Setelah itu, produk dengan nama atau spesifikasi yang berkaitan akan ditampilkan. Apabila produk kosmetik yang dicari tidak ada dalam daftar, maka perlu berhati-hati.

Status izin produk juga bisa diketahui melalui aplikasi ponsel Cek BPOM.

Konsumen dianjurkan cermat memeriksa informasi produk dengan mengecek Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa (KLIK).UNSPLASH/FREESTOCKS Konsumen dianjurkan cermat memeriksa informasi produk dengan mengecek Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa (KLIK).
4. Beberapa kosmetik harus dari resep dokter

Beberapa produk kosmetik hanya dapat digunakan atas resep dokter dan tidak boleh diperjualbelikan secara online.

Misalnya, kosmetik sediaan kulit yang mengandung alpha hidroxy acid (AHA) dengan kadar lebih besar dari 10 persen atau kosmetik sediaan pemutih gigi yang mengandung dan/atau melepaskan hydrogen peroxide dengan kadar lebih besar dari 6 persen.

Baca juga: Jangan Asal Gunakan Produk Mengandung Hidrokuinon, Ini Akibatnya

Lakukan pengujian

Jika produk kosmetik sudah dibeli dan konsumen masih ragu, pastikan melakukan uji kepekaan kosmetika terlebih dahulu

Mengutip Kompas.com (27/07/2021), salah satu Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya BPOM Surabaya Yuli Ekowati menyarankan untuk menggunakannya di area belakang telinga atau bagian dalam siku. Jika terjadi iritasi, kosmetik tersebut tidak aman digunakan.

Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa tiga parameter produk yang dapat dirilis ke pasaran menurut BPOM adalah:

1. Aman, dinilai dari bahan kosmetika yang digunakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

2. Manfaat, dinilai dari kesesuaian dengan tujuan penggunaan.

3. Mutu, perusahaan harus memenuhi persyaratan sesuai CPKB dan bahan kosmetika yang digunakan sesuai dengan standar. "Ketiga hal tersebut perlu dibuktikan dengan uji laboratorium," beber Yuli.

Baca juga: 4 Tanda Kosmetik Harus Dibuang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.