Kompas.com - 22/08/2021, 14:00 WIB

KOMPAS.com – Banyak orangtua yang khawatir dengan kesehatan mental anak-anaknya selama pandemi ini. Padahal, salah satu cara yang bisa memperbaiki kesehatan mental anak adalah dengan mengurangi waktu bermain gawai.

Salah satu penelitian terbaru menyebut, mengganti screen time dengan green time dapat membantu meningkatkan kesehatan mental remaja. 

Green time atau waktu hijau berarti menghabiskan waktu di ruang terbuka hijau, seperti di taman, atau pun kebun. Di ruang terbuka ini anak-anak bisa aktif bergerak dengan berlari, memanjat pohon, atau pun bermain pasir.

Penelitian tersebut merupakan salah satu studi internasional terbesar dan dipimpin oleh Asad Khan. profesor di bidang biostatistik dan epidemiologi di University of Queensland.

Penelitian itu memanfaatkan data survei lebih dari 577.000 anak berusia 11, 13, dan 15 tahun dari 42 negara Eropa dan Amerika Utara yang berbeda.

Baca juga: 4 Kalimat yang Harus Dihindari Orangtua Saat Mendidik Anak soal Screen Time

Hasilnya, ditemukan bahwa anak laki-laki yang menghabiskan 90 menit sehari dan anak perempuan yang menghabiskan 60 menit sehari di depan layar cenderung lebih sering merasa sedih akan hidup mereka.

Dalam penelitian ini, layar (screen) didefinisikan dalam berbagai bentuk, mulai dari layar TV, ponsel, komputer, dan video game. Semakin banyak screen time yang dilakukan para partisipan, semakin buruk perasaan sedih mereka.

Survei juga menemukan bahwa hanya 19 persen dari peserta yang melaporkan bahwa mereka aktif secara fisik setiap hari, sementara rata-rata penggunaan screen time mereka adalah 6 jam per harinya.

Temuan ini membuat para peneliti meyakini bahwa aktivitas fisik dan berada di luar rumah (green time) dapat meningkatkan kesejahteraan mental pada anak-anak.

Baca juga: Anak yang Dibebaskan Bermain di Luar Tumbuh Lebih Percaya Diri

Bahkan, gabungan antara green time dan screen time tetap jauh lebih baik dibanding tidak adanya waktu untuk beraktivitas di luar sama sekali.

Saat mengemukakakn hasil penelitian, para peneliti juga menyatakan bahwa orang tua perlu memberi contoh dan meluangkan waktu khusus di siang hari di mana semua layar dimatikan, entah itu gadget milik anak atau orangtua.

Saat semua layar Ini mati, waktunya orangtua pergi untuk membawa anak pergi ke luar rumah sebentar, seperti berjalan-jalan atau bersepeda. Orangtua juga diyakini perlu menetapkan batas yang wajar terkait screen time anak.

Baca juga: Psikologi Terbalik dalam Parenting, Baik atau Buruk?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Moms
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.