Untar untuk Indonesia
Akademisi

Platform akademisi Universitas Tarumanagara guna menyebarluaskan atau diseminasi hasil riset terkini kepada khalayak luas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Optimisme, Stres, dan Coping Stress di Masa Pandemi Covid-19

Kompas.com - 22/08/2021, 14:05 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

Individu yang optimistis memiliki sumber penyelesaian masalah yaitu dengan cara pandang positif terhadap kondisi stres.

Individu yang optimistis juga memiliki tingkat kehidupan lebih baik dan memiliki sumber daya psikologis yang dapat membantu individu dalam mengatasi kesulitan.

Berdasarkan Journal Psychological Science tahun 2010 individu yang optimistis dapat menghadapi stres, serta dapat meningkatkan sistem imun tubuh dengan sikap tersebut.

Meningkatnya kekebalan tubuh tentunya menjadi sangat penting terutama di situasi pandemi ini, di mana dengan kekebalan tubuh yang baik dapat mengurangi risiko terinfeksi Covid-19.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Partono dan Rosada dalam Jurnal Studi Keislaman tahun 2020, yaitu ketika individu sedang mengalami stres maka tubuh akan mengeluarkan sejumlah hormon stres yang dapat mematikan imunitas tubuh yang disebut shutdown the immune system.

Baca juga: Kedukaan dan Pandemi Covid-19

Apabila individu tersebut merupakan orang yang optimistis, maka ia akan tetap berusaha terlibat dalam keadaan stres. Akan tetapi, individu pesimistis akan berusaha menghindari atau melarikan diri situasi stres yang dialami.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun demikian, sikap optimistis saja tidak dapat melindungi individu dari situasi stres, apabila kondisi stres terjadi dalam jangka waktu panjang dan dapat menurunkan kekebalan tubuh.

Selaras dengan pernyataan tersebut, Segerstrom dalam Journal Brain, Behavior, Immunity tahun 2007, meneliti tentang kekebalan mahasiswa yang optimistis dan pesimistis.

Pada penelitian tersebut ditemukan mahasiswa yang optimistis cenderung merasakan stres lebih sedikit, karena merasa lebih mampu untuk mengatasinya.

Namun saat tuntutan stres semakin berat, mahasiswa yang optimistis mengalami tingkat kekebalan tubuh yang lebih rendah serta kurang mampu mengelola stres dibandingkan mahasiswa yang pesimistis.

Baca juga: Daya Tahan Tubuh Lemah, Waspadai 5 Tanda Berikut

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.