Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/08/2021, 08:19 WIB

KOMPAS.com – Marah merupakan salah satu bentuk emosi yang alami dan normal pada manusia. Kemarahan muncul dalam bentuk rasa frustasi, kecewa, hingga dendam.

Hal-hal tersebut menjadi serius ketika kita kesulitan mengendalikan amarah tersebut. Selain merusak hubungan dengan orang lain, tidak bisa mengendalikan marah juga buruk bagi kesehatan.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 benar-benar membuktikan bahwa masalah kemarahan dapat menyebabkan risiko kesehatan yang signifikan seperti penyakit jantung koroner.

Ada 3 jenis masalah kemarahan: ke luar, ke dalam, dan pasif-agresif. Masing-masing memiliki sifat sendiri yang bisa halus, ekspresif, atau diarahkan pada diri sendiri.

Setiap orang berurusan dengan masalah kemarahan tanpa memandang jenis kelamin.

Kemarahan dapat membuat kita mengatakan dan melakukan hal-hal yang biasanya tidak kita lakukan, jadi mempelajari pemicunya dan mencari tahu cara mengelolanya tentu dapat sangat membantu.

Baca juga: Mengapa Kita Marah jika Nama Anak Dicontek Orang Lain?

 

Tanda kita memiliki masalah dalam mengendalikan kemarahan

Tanda dan gejala yang jelas seperti lekas marah, murka, dan frustrasi. Di bawah ini adalah beberapa tanda lain yang mungkin tidak dipikirkan banyak orang.

1. Peningkatan tekanan darah dan detak jantung

Ini adalah hasil dari respon fight or flight (melawan atau lari) ketika kemarahan terjadi. Respons ini meningkatkan detak jantung kita dan meningkatkan tekanan darah dari adrenalin.

2. Rasa bersalah

Seseorang juga bisa mengalami rasa bersalah ketika berhadapan dengan masalah kemarahan. Mereka mungkin merasa bersalah atas bagaimana mereka bereaksi.

Penting untuk diketahui bahwa orang dengan masalah kemarahan tidak ingin menyakiti orang lain dan ketika mereka melakukannya, mereka tentu merasa bersalah.

Ini kemudian bisa berubah menjadi kebencian batin yang mengarah ke lebih banyak masalah kemarahan. 

Baca juga: Cara Menghargai Diri Sendiri, untuk Self-Esteem yang Sehat

3. Ketegangan otot

Saat kita marah, otot otomatis menegang karena adrenalin yang mengalir deras ke seluruh tubuh. Bagi orang dengan masalah kemarahan, ketegangan otot bisa sering terjadi.

4. Kecemasan

Kecemasan adalah gejala masalah kemarahan karena orang-orang yang tinggal bersama mereka selalu gelisah. Ini karena mereka mencoba mengendalikan amarah mereka tanpa hasil.

5. Merasa kewalahan

Perasaan kewalahan dapat terjadi dengan masalah kemarahan karena mereka memiliki semua emosi yang mendidih di dalam diri yang tidak dapat mereka kendalikan.

Hal ini membuat lebih sulit untuk mengatasi ketika hidup melemparkan hal-hal tak terduga pada kita dan menyebabkan pecahnya kemarahan.

Baca juga: Penting, Ajarkan Anak Ekspresikan Emosi Secara Sehat

Apa yang harus dilakukan jika merasa memiliki masalah dalam mengendalikan kemarahan?

Mengontrol kemarahan bisa jadi sulit, tetapi dengan beberapa perubahan, itu bisa menjadi lebih mudah dikelola.

1. Kurangi garam dalam makanan kita

Apa yang kita makan ternyata ikut berpengaruh pada emosi. Jika kita memiliki masalah kemarahan, mulailah kurangi makanan asin dari menu makanan. 

Kita membutuhkan rasa manis dalam hidup, tetapi tidak perlu juga untuk makan banyak gula untuk mengurangi kemarahan.

Baca juga: Mengapa Terkadang Kita Sangat Menginginkan Makanan Manis dan Asin?

2. Hitung sampai sepuluh

Ketika kita terpancing untuk meluapkan rasa marah cobalah untuk menggunakan metode penghitungan.

Hitung dari satu sampai sepuluh dan sebelum mencapai tujuh, kita mungkin menemukan bahwa kita tidak semarah yang kita kira.

Selesaikan menghitung sampai sepuluh. Jika perlu, setelah kita mencapai sepuluh, hitung mundur dari sepuluh sampai satu dengan penuh perhatian dan ini biasanya ini mampu melarutkan semua kemarahan. Setelah tenang baru beri respon terhadap hal-hal yang memicu kemarahan itu.

3. Bergerak dan minum air

Bangkit berdiri dan minumlah air untuk mencegah kita berbuat hal yang akan disesali saat rasa marah menguasai.

Pergeseran fisik dari posisi kita membuat bagian lain dari otak kita menjadi bangun sehingga dapat meredakan kemarahan.

Baca juga: Yang Terjadi pada Tubuh Kita Saat Sedang Marah

4. Ikuti kelas manajemen amarah

Kita bisa mengikuti kelas-kelas untuk belajar menenangkan diri dan mengendalikan amarah. 

Profesional memiliki pengalaman dengan orang-orang yang memiliki masalah yang sama atau serupa yang memang sedang kita coba atasi dan mereka memahami apa yang tidak berhasil.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Your Tango
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.