Kompas.com - 24/08/2021, 09:03 WIB
Pawang gajah melakukan patroli rutin di Resort Pemerihan, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, Jumat (11/12/2020). Resort Pemerihan dipilih kembali sebagai Pos Gajah Patroli sejak tahun 2019 karena mempertimbangkan karakteristik dan data statistik habitat gajah sumatra. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPawang gajah melakukan patroli rutin di Resort Pemerihan, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, Jumat (11/12/2020). Resort Pemerihan dipilih kembali sebagai Pos Gajah Patroli sejak tahun 2019 karena mempertimbangkan karakteristik dan data statistik habitat gajah sumatra.

KOMPAS.com – Sri Lanka baru saja menetapkan peraturan baru soal gajah. Kini, para pawang gajah (mahout) tidak diperbolehkan mabuk saat bekerja dengan hewan-hewan raksasa itu.

"Orang-orang yang memiliki atau memelihara gajah tersebut harus memastikan bahwa pawang (penunggangnya) tidak mengonsumsi minuman keras atau obat-obatan berbahaya apa pun saat bekerja," tulis peraturan tersebut.

Selain itu, bayi gajah di bawah umur dua tahun dilarang untuk bekerja dan harus dipelihara bersama induknya.

Peraturan yang dikeluarkan oleh State Minister of Wildlife Protection Wimalaweera Dissanayaka tersebut juga mengungkapkan bahwa setiap gajah domestik harus memiliki sebuah kartu identitas biometrik dengan foto gajah dan rincian DNA-nya.

Baca juga: Nicholas Saputra Galang Donasi untuk Ekowisata Tangkahan dan Pawang Gajah di Aceh

Gajah sendiri merupakan hewan yang sangat dihormati di Sri Lanka, dan menurut laporan World Wildlife Fund, membunuhnya dapat membuat seseorang dihukum mati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, meski dihormati gajah-gajah di Sri Lanka memiliki beberapa fungsi, seperti untuk prosesi keagamaan, daya tarik wisata, dan penebangan.

Peraturan baru juga menetapkan bahwa kini gajah penebangan hanya dapat bekerja hingga empat jam per hari dan tidak diperkenankan untuk bekerja di malam hari. Mereka juga berhak untuk mandi dan mendinginkan badannya di lumpur setidaknya dua setengah jam setiap hari.

Lalu, di bidang pariwisata, peraturan itu mengemukakan bahwa gajah hanya bisa ditunggangi oleh maksimal empat orang saja dan mereka harus duduk di sebuah pelana yang empuk.

Gajah-gajah penangkaran juga harus menjalani pemeriksaan kesehatan wajib setiap enam bulan sekali.

Baca juga: Manfaat Penggunaan Simbol Gajah di Dalam Rumah Menurut Feng Shui

Selain itu, sesuai peraturan, gajah tidak diizinkan untuk berpartisipasi dalam film kecuali untuk film produksi pemerintah yang dilakukan di bawah pengawasan dokter hewan yang ketat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.