Kompas.com - 25/08/2021, 14:27 WIB
Petugas kesehatan menimbang berat badan bayi di Posyandu Delima 33, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (24/3/2021). Mulai tahun 2021 Kegiatan Posyandu di Kota Palembang kembali dirutinkan bagi masyarakat luas dengan menerapkan protokol kesehatan. ANTARA FOTO/Feny Selly/wsj. ANTARA FOTO/FENY SELLYPetugas kesehatan menimbang berat badan bayi di Posyandu Delima 33, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (24/3/2021). Mulai tahun 2021 Kegiatan Posyandu di Kota Palembang kembali dirutinkan bagi masyarakat luas dengan menerapkan protokol kesehatan. ANTARA FOTO/Feny Selly/wsj.

KOMPAS.com – Pos Layanan Terpadu (Posyandu) yang sebelumnya identik dengan pemantauan kesehatan dasar bayi dan balita, kini meluaskan jangkauannya ke masyarakat luas.

Sejak diluncurkan di tahun 1986, saat ini ada sekitar 296.777 posyandu yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dijelaskan oleh dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, kualitas dan layanan Posyandu kini ditingkatkan agar dapat memberikan layanan dasar masyarakat yang terintegrasi; melayani mulai dari bayi hingga lansia.

"Dari hasil evaluasi posyandu aktif, akhirnya dilakukan rebranding posyandu dengan tagline "Posyandu Sahabat Masyarakat", yang sesuai dengan konsep dasar dari posyandu yaitu dari masyarakat untuk masyarakat," kata Imran dalam acara konferensi pers Rebranding Posyandu yang digelar secara virtual (24/8/2021).

Baca juga: Menteri PPPA Sebut Posyandu Tonggak Pencegahan Stunting

Dia menambahkan, dulu pelayanan posyandu hanya untuk bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui dan pelayanan KB pada ibu. Sekarang tidak lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sekarang dengan kondisi di lapangan, ternyata ini lebih dinamis untuk seluruh siklus kehidupan. Mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, remaja, usia produktif, sampai ke lansia." jelas dr. Imran.

Dari implementasi di lapangan ternyata posyandu dapat melayani semua usia atau kalangan dan menjadi one stop health service.

Konsep baru Posyandu ini, lanjut Imran mengatakan telah dilaksanakan dan berjalan di beberapa daerah, meski belum semua secara masif. 

Masa pandemi juga berpengaruh pada turunnya cakupan pelayanan Posyandu menjadi 21 persen.

Terlepas dari kondisi kurang mendukung yang masih dialami oleh Posyandu hingga sekarang, dari survei online (Juni 2021) Evaluasi Posyandu responden menyatakan bahwa Posyandu sangat bermanfaat dan dibutuhkan oleh masyarakat; walaupun demikian, hampir 90 persen responden menyatakan bahwa Posyandu perlu perubahan.

Pemerintah saat ini sedang menyusun strategi untuk memperkuat kualitas Posyandu sehingga bisa mencapai citra yang baru.

Baca juga: Posyandu Diminta Berbenah dan Beradaptasi dengan Perubahan Zaman

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.