Kompas.com - 26/08/2021, 16:56 WIB
Ribuan domba yang membentuk jantung hati di Australia twitter @guyrajackRibuan domba yang membentuk jantung hati di Australia

KOMPAS.com - Warganet baru-baru ini dibuat terpana dengan video yang menampilkan ribuan domba membentuk simbol cinta.

Rekaman tersebut dibuka dengan domba-domba yang berlarian bebas di padang rumput. Pergerakannya mereka acak namun dengan satu titik tujuan yang pasti dan berbeda satu sama lainnya.

Tak lama setelahnya, sekumpulan hewan ternak tersebut membentuk simbol cinta. Istimewanya, bentuknya sempurna, seakan mengirimkan pesan cinta yang manis kepada orang yang melihatnya.

Kejadian itu tidak terjadi secara alami begitu saja. Ben Jackson, petani di di New South Wales, Australia adalah orang yang bertanggungjawab atas momen indah tersebut.

Hal ini dilakukannya sebagai penghormatan untuk bibinya, Debbie, yang meninggal dunia karena penyakit kanker di Queensland.

Jackson tinggal di kota terpisah dari bibi tersayangnya itu, berjarak 400 kilometer jauhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah Australia melarang warganya bepergian selama pandemi untuk menekan penyebaran virus sehingga ia tak bisa datang ke pemakaman.

Akibatnya, Jakson tak bisa menyampaikan salam perpisahan secara pribadi kepada Debbie, sosok yang begitu dekat dengannya.

"Tidak mungkin saya bisa berangkat dan melihatnya, mengucapkan cheerio, atau pergi ke pemakaman," katanya, dikutip dari BBC.

“Terutama di masa Covid ini, tidak ada yang bisa bersiap untuk melayat ketika perbatasan sedang ditutup, tidak bisa memberikan dukungan atau berada di sana ketika ia tiada. Ini cukup sulit," tandasnya.

Sebagai gantinya, ia memilih menyalurkan kreativitasnya dengan cara yang unik.

Ia menyusun biji-bijian dalam bentuk hati di area pertanian miliknya dan melepaskan ribuan domba peliharaannya.

Usahanya tidak mudah karena butuh percobaan beberapa kali agar hasilnya bisa sesuai keinginan.

Setelah berusaha keras maka jadilah momen menyentuh seperti yang terlihat di video viral tersebut. Jackson merekam videonya dengan drone untuk memastikan visualnya terekam sempurna.

Ia mengirim video itu ke kerabatnya menjelang pemakaman bibinya dan mengunggahnya ke media sosial.

Harapannya, video itu bisa menjadi salam perpisahan sekaligus kenangan menyenangkan soal bibinya yang sudah dua tahun berjuang melawan kanker ini.

Video tersebut juga diputar di upacara pemakaman Debbie dengan diiringi lagu Bridge Over Troubled Water.

"Saya merasa putus asa, tidak berdaya - saya tidak tahu apa yang harus dilakukan," terangnya.

Ketika sedang memberi makan hewan ternaknya, ia kemudian mendapatkan ide untuk membuat bentuk hati raksasa itu.

Menurutnya, bibinya pasti akan menyukai hal tersebut. "Sangat menyenangkan memiliki video ini sebagai bagian dari perpisahan. Itu pasti sesuatu yang dia sukai dan sangat dia hargai.”

Logo cinta raksasa ini bukan yang pertama dibuat Jackson dengan hewan yang digembalakannya.

Sebelumnya, ia sering mencoba melakukan hal serupa ketika setiap hari memberi makan domba-dombanya dari belakang truk.

Belakangan, ia menyadari jika hewan peliharannya itu bisa diatur agar membentuk gambar tertentu di lanskap pertaniannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.