Kompas.com - 27/08/2021, 09:10 WIB

Menurut Susie, secara fisik hal itu sulit dikenali. Pasien sama-sama mengalami kulit bersisik, ada kulit mati yang lepas, serta pada beberapa kasus mengalami peradangan.

"Secara penampakan sama, tidak ada tanda khas," ucapnya.

Untuk itu, cobalah mencari tahu riwayat penyakit yang dialami. Apakah sebelum pandemi mengalami masalah yang sama? Jika tidak, penyebab ketombe bisa saja stres atau kulit kepala yang terlalu berkeringat.

"Kulit kepala berkeringat membuat ketombe lebih sering terjadi," ucapnya.

Cara menghilangkan ketombe

Susie kemudian memberikan tips cara menghilangkan ketombe yang dapat dilakukan, di antaranya:

Mengurangi keramas dengan air panas diyakini juga bisa menjadi cara menghilangkan ketombe.

Sebab, penggunaan air panas untuk keramas cukup berkaitan dengan produksi keringat. Jika keringat berkurang, maka masalah ketombe juga dapat berkurang.

  • Mengurangi stres

Secara umum, penting untuk mengetaui penyebab ketombe yang kita alami. Jika penyebab ketombe adalah stres, cobalah untuk mengurangi stres.

Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk mengurangi stres. Temukan apa yang bekerja untuk kita dan dapat membantu lebih rileks, yang pada akhirnya menghilangkan ketombe yang dialami.

  • Gunakan sampo anti ketombe

Menggunakan sampo anti ketombe dinilai cukup membantu dan dapat dijadikan salah satu cara menghilangkan ketombe. Susie menyarankan mencari kandungan seperti zinc pyrithione dan ketokonazol pada sampo yang kita gunakan.

"Sampo dengan kandungan seperti zinc pyrithione atau ketokonazol itu dianggap sampo yang cukup ampuh untuk ketombe," tuturnya.

  • Berobat ke dokter

Lakukan perawatan sendiri di rumah selama lima hingga tujuh hari. Jika masalah kulit kepala yang dialami semakin mengganggu dan perawatan yang dilakukan tak memberikan perubahan, segeralah berobat ke dokter untuk menemukan solusi yang tepat.

Baca juga: Benarkah Lidah Buaya Efektif Mengurangi Ketombe dan Kerontokan?

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.