Kompas.com - 27/08/2021, 18:44 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Perhelatan Olimpiade Tokyo 2020 dikemas dengan sederet prestasi atletik yang memukau dan banyak hal lainnya yang menarik dari kompetisi tersebut.

Namun, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini para atlet juga harus mengenakan masker wajah akibat pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung.

Sementara para atlet Olimpiade mengenakan berbagai masker, ada satu masker yang terus menarik perhatian yakni masker Venturer Performance dari Nike yang dipakai oleh Tim Amerika Serikat.

Masker seharga 60 dolar AS atau sekitar Rp 865.659 ini memiliki tampilan kotak dengan bagian depan berlipit.

Bentuknya sangat khas dan menonjol, sama seperti topeng yang digunakan tokoh Hannibal Lecter dalam The Silence of the Lambs atau topeng penjahat Batman, Bane dari The Dark Knight Rises.

Padahal sebenarnya Masker Venturer Performance tidak meniru tokoh tersebut, melainkan memiliki desain terstruktur 3D yang terinspirasi oleh origami.

Selain dapat dicuci dengan mesin, masker ini disebut sangat nyaman dipakai karena desainnya difokuskan agar pengguna dapat bernapas maksimum, yang membuatnya ideal untuk digunakan selama aktivitas atletik.

"Fitur penting dari masker apa pun adalah masker itu pas di wajah," kata Richard Watkins, MD, seorang dokter spesialis penyakit dalam di Northeast Ohio Medical University.

"Semakin rapat maskernya, maka akan semakin baik perlindungannya," lanjut dia.

Sekarang masker Venturer Performance sudah terjual habis di mana-mana. Tapi, tentu saja ada calo yang menjual masker ini dengan harga dua kali lipat lebih mahal dari harga eceran online (di Australia dan AS).

Apa pun yang memiliki logo swoosh Nike pasti akan menjadi properti panas untuk dijual. Apalagi, di Australia, sebagian besar penduduknya masih dalam pemberlakuan lockdown dan permintaan masker terus meningkat.

Diketahui, Nike telah menghapus halaman produknya untuk Venturer Performance di etalase toko online Australia dan AS.

Platform pengecer umum seperti StockX dan grup jual beli di Facebook Australia yang ternama, Underground Society, juga menghapus daftar masker yang sudah ludes itu.

Baca juga: Masih Sering Dilakukan, 6 Kesalahan dalam Memakai Masker

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Hypebeast
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.