Kompas.com - 30/08/2021, 06:37 WIB
Ilustrasi stres kerja dan merasakan Monday blues. UNSPLASH/ELISA VENTURIlustrasi stres kerja dan merasakan Monday blues.

KOMPAS.com - "Monday blues" adalah sesuatu yang nyata. Faktanya, sebagian orang yang mengalaminya merasakan sensasi seperti lesu, tegang, sedih atau tidak bersemangat menyambut hari Senin.

Monday blues dialami ketika kita hendak beralih dari akhir pekan -yang dipersepsikan menyenangkan, ke hari kerja -yang dipersepsikan penuh ketegangan.

Melansir Greatist, para peneliti juga menemukan bahwa Monday blues adalah hal yang sangat nyata.

Misalnya, berdasarkan sebuah studi pesan Twitter, para peneliti berpikir orang paling mungkin merasakan kesedihan itu pada hari Senin dan Selasa. Namun, itu bisa lebih dari sekadar membenci jam alarm berbunyi.

Sebuah penelitian di Jepang menemukan tingkat bunuh diri tertinggi terjadi pada hari Senin dan pada beberapa orang, depresi di Senin pagi bahkan dapat memicu masalah kardiovaskular.

Baca juga: Penyebab Monday Blues, Perasaan Sedih dan Benci Hari Senin

Mengatasi Monday blues

Lalu, bagaimana cara menghadapi rasa benci hari Senin? Melansir Healthline, beberapa cara berikut bisa kita coba:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Jalani rutinitas yang sama

Salah satu penyebab kita benci hari Senin adalah karena adanya perubahan pola hidup di akhir pekan dan hari kerja.

Misalnya, kita tidur lebih larut dan bangun lebih siang di akhir pekan. Pola itu berubah lagi ketika menghadapi hari Senin. Itulah yang membuat ritme alami tubuh kita terganggu sehingga merasa lebih capek di pagi harinya.

Ketika capek, kita akan lebih mudah merasa terganggu.

Bukan berarti kita tak boleh rileks di akhir pekan. Tapi, cobalah temukan keseimbangan sehingga kita tetap bisa menjalani rutinitas dengan baik selama tujuh hari.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.