Kompas.com - 30/08/2021, 09:53 WIB
Ilustrasi menyiram tanaman hias. PEXELS/TEONA SWIFTIlustrasi menyiram tanaman hias.

KOMPAS.com - Memelihara tanaman hias memang memiliki segudang manfaat. Mulai dari kesehatan mental diri kita sendiri hingga manfaatnya terhadap lingkungan rumah dan bumi secara keseluruhan.

Di masa pandemi, tren memelihara tanaman hias tampak lebih tinggi daripada sebelumnya. Tapi, ternyata ada sejumlah kesalahan dalam memelihara tanaman hias yang masih saja kerap kita lakukan.

Melansir HuffPost, berikut kesalahan yang masih banyak kita lakukan pada tanaman hias, terutama oleh pemula:

1. Salah pilih tanaman

Memilih jenis tanaman hias memang dipengaruhi juga oleh selera.

Tapi, kita juga perlu mempertimbangkan kebutuhan tanaman, seperti kecocokannya dengan suhu lingkungan di tempat tinggal kita, apakah memerlukan banyak paparan cahaya, dan lain sebagainya.

"Kesalahan paling umum yang saya temukan pada orang-orang ketika membeli tanaman adalah dibeli berdasarkan tampilannya atau apakah sedang tren alih-alih mencari tanaman yang sesuai dengan kualitas cahaya di rumah mereka," kata penata interior dan tanaman serta penulis Wild Creations, Wild Interiors, dan Wild At Home, Hilton Carter.

2. Membeli terlalu banyak dalam satu waktu

Kreator Grow in the Light, Rachel Mayo mengatakan, dirinya banyak melihat pemula yang sangat bersemangat memelihara tanaman hias lalu membeli terlalu banyak varietas di satu waktu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal itu sering kali membuat tanaman mereka malah mati karena kesulitan mencari tahu kebutuhan perawatan masing-masing tanaman dalam waktu yang sama.

"Saran saya adalah mulai dengan satu atau dua tanaman hias terlebih dahulu, pelajari kebutuhan masing-masing tanaman dan cobalah merawatnya."

"Setelah itu barulah tambah tanaman baru di waktu lainnya," kata dia.

Baca juga: 8 Kesalahan Perawatan yang Bikin Tanaman Hias Cepat Mati

3. Menaruh tanaman pada dekat dengan suhu ekstrem

Kita tentunya ingin menjaga agar lingkungan sekitar tanaman sestabil mungkin.

Sebab, menurut pimpinan editor The Sill, Erin Marino, kebanyakan tanaman hias sama seperti manusia. Tanaman-tanaman tersebut nyaman berada pada lingkungan dengan suhu berkisar 18-27 derajat Celcius.

Suhu ekstrim yang terlalu fluktuatif bisa membuat tanaman stres.

"Jadi, lakukan sebisa mungkin untuk menghindari menempatkan tanaman dekat dengan suhu udara ekstrim, seperti ventilasi, radiator atau pintu luar dan jendela terbuka yang dapat mengalirkan udara panas atau dingin secara ekstrem," ujarnya.

Baca juga: 8 Inspirasi Tanaman Hias Gantung untuk Mempercantik Rumah

4. Overwatering

Ini mungkin menjadi kesalahan memelihara tanaman yang sudah banyak diketahui.

Overwatering atau menyirami terlalu banyak sangat mudah membunuh tanaman hias kita.

Ini terjadi karena banyak dari kita yang tergoda menyirami tanaman pada jadwal tertentu, padahal idealnya tanaman hanya disiram ketika perlu.

Untuk menghindarinya, selalu periksa tanahnya sebelum menyiram. Jika tanah masih lembap, jangan dulu melakukan penyiraman.

"Ingatlah, lebih mudah menambah air daripada menghilangkannya. Saya sendiri bakal menunggu tanda tanaman haus, seperti daun yang mengerut sebelum disiram," ucap Marino.

Tanaman yang disiram terlalu banyak bisa menunjukkan tanda-tanda tanaman tidak sehat, seperti daun yang menguning, jamur, atau akar yang membusuk.

Cara lain untuk mencegah overwatering adalah memasukkan jari kita ke dalam permukaan tanah tanaman dan mengangkat pot tanaman untuk mengetahui beratnya.

Tanaman seperti calathea, misalnya, menyukai kelembapan yang konsisten. Untuk itu, cukup siram ketika merasa tanahnya sudah kering.

Baca juga: 5 Tanda Tanaman Terlalu Banyak Disiram

5. Lupa memberi pupuk

Kesalahan lain yang dilakukan para pemula ketika memelihara tanaman adalah lupa memberi pupuk.

Banyak orang berpikir tanaman bisa tumbuh hanya dengan diberi air. Padahal, tanaman juga butuh nutrisi, seperti manusia.

6. Mengabaikan faktor cuaca

Kita juga perlu menyesuaikan perawatan dengan faktor cuaca.

Pada cuaca yang lebih kering, misalnya, kita mungkin perlu menyiram tanaman lebih sering daripada ketika musim hujan.

Baca juga: Tak Perlu Beli, 6 Barang Bekas Ini Bisa Jadi Pengganti Pot Tanaman

7. Underwatering

Jika sebagian orang melakukan overwatering, sebagian lainnya justru melakukan underwatering atau menyiram tanamannya terlalu sedikit.

"Banyak orang takut overwatering terhadap tanaman mereka. Pada akhirnya, mereka malah tidak memberikan cukup air untuk sistem akar tanaman mereka, akhirnya tanaman jadi lesu."

"Jika tanaman kita punya lubang drainase yang baik, jangan ragu untuk menyiramnya secara rutin," kata dokter tanaman dari Rooted, Gabby Santiago.

Tanaman yang kurang disiram akan menunjukkan tanda-tanda seperti daun yang kecokelatan dan sangat kering atau sistem akarnya kering dan mati.

Lagi-lagi, pastikan kondisi tanah ketika hendak menyiram tanaman.

Baca juga: Tanaman Layu padahal Sudah Dirawat? Mungkin Ini Penyebabnya

8. Salah pilih tanah

Banyak orang hanya sekadar membeli tanaman hias dan tidak melakukan riset untuk menemukan jenis tanah yang paling dibutuhkan oleh tanaman mereka.

Beberapa tanaman lebih menyukai tanah yang mudah meresap air, sementara tanaman lainnya tidak.

9. Menaruh di tempat yang salah

Banyak orang ingin menaruh tanamannya di tempat yang terlihat cantik, tapi sebetulnya tidak sehat bagi tanaman.

Misalnya, karena kondisinya tidak sesuai untuk pertumbuhan tanaman.

"Apakah tanaman bakal cukup cahaya jika diletakkan di sana? Apakah suhunya sesuai dengan kebutuhan tanaman? Tanaman tidak bisa bertahan di setiap kondisi, jadi penting untuk mengetahui kebutuhan tanaman sebelum menaruhnya di tempat tertentu," kata kreator konten dan penulis blog Garden Marcus, Marcus Bridgewater.

10. Telat atau terlalu cepat memindahkan pot

Memindahkan pot tidak selalu dipindahkan ke pot dengan ukuran yang lebih besar. Kadang, memindahan pot hanya sesederhana mengganti campuran tanah dan memberinya nutrisi baru agar lebih segar.

Meski begitu, jika memang tanaman kita tumbuh lebih besar dan pot lama rasanya terlalu kecil, kita tentu perlu memindahkannya ke pot baru dengan ukuran lebih besar.

Peningkatan ukuran pot adalah proses bertahap yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun dan itu diperlukan.

Apa tanda tanaman butuh pot baru?

Jika kita melihat akarnya tumbuh dari dasar pot, akar tanaman terikat, pertumbuhan barunya tampak kerdil, atau sedang musim tanam, dan tanaman tidak menunjukkan pertumbuhan.

Sementara itu, kita perlu menunda memindahkan pot jika pertumbuhan tanaman terlihat cantik dan liar. Sebab, itu mungkin tanda bahwa tanaman cuma butuh dirawat dengan dipangkas, bukan dipindahkan potnya.

Baca juga: Jangan Gunakan Pot yang Terlalu Besar untuk Tanaman, Apa Alasannya?

11. Kurang atau terlalu banyak cahaya

Kesalahan lain yang umum dilakukan para pemula adalah menempatkan tanaman pada lokasi yang kurang atau terlalu banyak cahaya.

Jadi, pastikan kondisi cahayanya sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan tanaman.

Sebelum membeli, penting pula untuk mengenali cahaya di tempat tinggal kita. Misalnya, jika tinggal di apartemen dengan cahaya rendah, hindari memelihara tanaman yang membutuhkan cahaya terang dan langsung karena kemungkinan tanaman itu bakal cepat mati di tempat tinggal kita.

12. Menyirami di jadwal yang ketat

Menurut penulis blog The Houseplant Guru, Lisa Eldred-Steinkopf, jangan pernah menyiram tanaman sesuai jadwalnya. Tapi, periksa tanaman secara terjadwal.

"Jika cuacanya sedang berawan selama seminggu, tanaman kita tidak banyak berfotosintesis sehingga mungkin tak perlu terlalu sering disiram," katanya.

Selalu periksa kelembapan tanah dengan jari kita terlebih dahulu untuk pot yang lebih kecil dan gunakan batang kayu untuk pot yang lebih besar. Diamkan batang kayu tersebut selama satu menit lalu periksa setelah menariknya keluar.

Jika batang basah di bagian bawahnya, jangan dulu siram tanaman. Jika sudah kering, mungkin sudah saatnya kita menyiram tanaman tersebut.

"Semua tanaman pada dasarnya siap untuk disiram pada salah satu dari tiga tingkat kelembapan berikut: ketika tanahnya benar-benar kering (tanaman kaktus), ketika tanaman kering sebagian (untuk tanaman dedaunan tropis), dan ketika tanah hanya sedikit kering (pada tanaman seperti pakis)."

"Seiring waktu kita akan dapat mengenali ritme ketika tanaman kita mencapai kekeringan yang sesuai," kata penulis The New Plant Prent dan kreator House Plant Journal, Darryl Cheng.

Baca juga: Perhatikan, Cara Menyiram Tanaman yang Pas dan Tak Berlebih

13. Tak punya lubang drainase

Menggunakan kerikil untuk bahan dasar drainase sering kali tidak akan berhasil dan menghambat drainase.

Jadi, lebih baik bolongi dasar pot. Sebab, sulit untuk menemukan apakah tanaman kita mendapatkan cukup air untuk akarnya atau justru tenggelam jika tanpa lubang drainase.

14. Tidak memutar pot tanaman

Setelah menemukan tempat yang pas untuk tanaman, banyak pemula yang tidak sadar bahwa pot tanaman perlu diputar.

Maksudnya, pastikan tanaman tersebut mendapatkan cukup cahaya pada semua sisinya alih-alih hanya satu sisi saja.

15. Melupakan hama dan penyakit

Kesalahan ini juga sering dilakukan oleh pemula, yakni melupakan faktor kemungkinan adanya hama dan penyakit pada tanaman kita.

Hanya karena menaruhnya di luar dan di tempat yang pas, bukan berarti tanaman tersebut akan aman dan tumbuh sempurna.

Ilmuwan tanaman dari Spectrum Home & Garden, Gladys Mbofung-Curtis menyarankan untuk menyemprotkan fungisida setiap satu atau dua minggu untuk mengontrol kemungkinan tanaman trekena infeksi jamur.

Baca juga: Kenali 5 Hama yang Merusak Tanaman dan Cara Membasminya

16. Salah menerjemahkan "cahaya tidak langsung"

Penting untuk memastikan kebutuhan cahaya tanaman terpenuhi, terutama pada tanaman dalam ruangan.UNSPLASH/SIXTEEN MILES OUT Penting untuk memastikan kebutuhan cahaya tanaman terpenuhi, terutama pada tanaman dalam ruangan.
Banyak pemula yang menaruh tanamannya jauh dari sumber cahaya karena informasi menyebutkan tanaman tersebut hanya perlu "cahaya tidak langsung".

Padahal, menaruhnya terlalu jauh dari sumber cahaya akan membuat tanaman hias tidak tubuh dengan baik dan lemah.

Jadi, untuk tanaman yang memerlukan "cahaya tidak langsung", taruh saja potnya di pinggir jendela paling besar di rumah kita atau lokasi lainnya di mana kita bisa melihat langit secara langsung.

Kedua, jika durasi paparan sinar matahari langsung melebihi dua atau tiga jam, maka idealnya blokir cahaya tersebut dengan tirai putih tipis.

"Inilah alasan mengapa orang-orang yang punya jendela yang sangat besar di rumahnya cenderung memiliki tanaman yang lebih bagus dalam jangka panjang. Mereka hanya perlu mendukungnya dengan penyiraman yang tepat."

"Jika jendela di rumah kita kecil atau sangat terhalang, sebagian besar tanaman akan tumbuh lambat dan mungkin buruk, sekalipun disiram dengan baik," kata Cheng.

Baca juga: Ketahui, 7 Masalah Umum pada Tanaman Indoor dan Solusinya

17. Hanya menyirami satu sisi

Selalu sirami tanaman hingga airnya mengalir lewat lubang drainase dan sirami semua sisi tanaman, tidak hanya satu sisi.

Hal itu dilakukan untuk memastikan akar tanaman mendapatkan kelembapan yang cukup.

Jika kita hanya menyiram tanaman pada satu sisinya saja, apalagi jika itu tanaman besar, akar di sisi lainnya mungkin tidak mendapatkan air dengan jumlah yang cukup dan mati.

Halaman:


Sumber HuffPost
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.