Kompas.com - 30/08/2021, 17:18 WIB

KOMPAS.com – Memasuki usia remaja, tentu perubahan akan mulai terlihat pada anak kita. Bagi anak perempuan, salah satu perubahan itu ditandai dengan dimulainya siklus menstruasi.

Nah, saat dimulainya siklus tersebut, artinya pemahaman terkait menjaga kesehatan organ reproduksi pun perlu ditingkatkan.

Apalagi, menjaga dan membersihkan organ reproduksi adalah sebuah aspek penting dalam hidup perempuan.

Jika tidak dijaga dengan baik, rasa gatal, terbakar, atau ketidaknyamanan bisa terasa pada organ intim anak.

Baca juga: Penanganan Terkini Keluhan Seputar Vagina

Berikut ini, ada beberapa tips terkait apa yang harus dilakukan orangtua untuk membuat remaja putrinya memahami dan menjaga kesehatan dan kebersihan organ reproduksi.

  • Menjaga kebersihan

Tanamkan kebiasaan membersihkan tubuh secara teratur pada anak remaja.

Lalu, sertakan produk pembersih area kewanitaan ke dalam rutinitas mandi rutin dan pakailah produk yang lembut dan alami.

Jika anak berolahraga dan berkeringat atau berenang, orangtua dapat mengajarkan anak untuk membersihkan area intim, dengan produk pembersih area kewanitaan untuk menghindari iritasi.

  • Kebersihan saat menstruasi

Saat seorang remaja putri mengalami menstruasi, sebenarnya tidak ada perbedaan mencolok antara cara memelihara kebersihan area intim dengan orang dewasa.

Anak remaja hanya perlu lebih memahami penggunaan produk kewanitaan.

Orangtua juga harus mendiskusikan terkait pubertas, menstruasi, dan produk apa yang paling cocok dengan anak perempuannya.

Anak perempuan pun perlu diberi berbagai alat pendukung untuk menjaga kebersihan alat reproduksinya, seperti tisu basah dan sanitizer untuk menjaga kebersihan tangan.

Baca juga: 7 Alasan Menstruasi Terlambat, Bukan Berarti Hamil

Mungkin, anak remaja telah memiliki pengetahuan tentang menstruasi dan bagaimana cara mengontrol emosinya dalam periode itu.

Namun demikian, orangtua tetap harus mendampingi saat si anak mengalami masa menstruasi yang merepotkan.

  • Gunakan produk yang sesuai

Sabun, deodorant dan bedak tidak diperbolehkan terkandung dalam produk untuk area kewanitaan.

Produk khusus untuk area tersebut perlu diformulasikan khusus untuk kulit sensitif dan ringkih yang ada di sekitar vulva.

Kendati demikian, banyak produk kebersihan area kewanitaan yang mengandung bahan kimia atau wewangian yang dapat mengiritasi, atau pun memengaruhi keseimbangan pH vagina dan dapat menghasilkan bau amis.

  • Menjaga tetap kering

Buat anak remaja untuk tetap menggunakan pakaian dalam yang terbuat dari katun. Lalu, pastikan agar ana menggunakan panty liner, dan mengganti serta mencucinya secara rutin.

Kelembapan berlebih berbahaya bagi vagina. Sebab, dengan menjaganya tetap kering, anak dapat mengucapkan selamat tinggal pada penyakit yang diakibatkan jamur.

Jangan lupa untuk mengingatkan anak mengganti celana dalam minimal dua kali sehari demi menjaga area vagina tetap kering.

  • Memelihara rambut kemaluan

Meningkatnya infeksi akibat bakteri bisa diakibatkan rambut kemaluan yang terlalu lebat.

Sebab, meski rambut kemaluan memiliki fungsi sebagai “penjaga,” namun lebih baik untuk menjaganya agar tidak tumbuh terlalu panjang dan berlebihan.

Baca juga: Pahami Dulu Manfaat Rambut Kemaluan, Sebelum Mencukurnya

Sebagai orangtua, sudah seharusnya mengingatkan agar anak remaja putri memahami tentang pentingnya memelihara kesehatan organ reproduksinya.

  • Penanganan menstruasi

Baik tampon, menstrual cup, maupun pembalut biasa akan bekerja dengan baik selama remaja mengalami menstruasi, asalkan diganti secara berkala.

Penyebab infeksi vagina

Meskipun vagina dapat menjaga "diri sendiri", vulva tetap perlu dibersihkan.

Infeksi pada vulva terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Dan kini, penyebab utamanya adalah berkembang perubahan gaya hidup.

Baca juga: Waspadai Penggunaan Cairan Pembersih yang Berbahaya bagi Vagina

Namun, menjaga tetap bersih adalah obat terbaik untuk vulva.

Berikut beberapa infeksi vagina dan penyebabnya:

Bacterial Vaginosis

Infeksi ini terjadi karena adaya ketidakseimbangan antara bakteri baik dan bakteri berbahaya di vagina.

Infeksi ragi

Candida albicans adalah jamur yang paling sering menyebabkan infeksi ini. Bakteri antijamur di vagina dapat dikurangi dengan berbagai faktor, termasuk obat-obatan.

Penurunan ini dapat mengakibatkan pertumbuhan jamur yang berlebihan dan infeksi.

Trikomoniasis

Infeksi vagina ini disebabkan oleh parasit protozoa yang ditularkan melalui kontak seksual.

Iritan 

Sabun, sabun mandi, wewangian, dan kontrasepsi vagina dapat membuat vagina iritasi dan meradang. Selain itu, pakaian ketat juga bisa membuat ruam di sekitar vagina.

Bicara soal kebersihan organ reproduksi remaja putri, maka membuat mereka memahaminya lebih awal tentu akan bermanfaat.

Karena itu, tidak ada yang salah dengan menanamkan rutinitas kebersihan organ reproduksi pada anak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Pinkvilla
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.