Kompas.com - 31/08/2021, 20:46 WIB
Ilustrasi mengalami long covid atau post-covid syndrome.
UNSPLASH/ENGIN AKYURTIlustrasi mengalami long covid atau post-covid syndrome.

KOMPAS.com - Long covid atau post-covid syndrome kini banyak dialami oleh masyarakat yang sudah sembuh dari Covid-19.

Menurut definisi Organisasi Kesehatan Dunia, post-covid syndrome atau long covid adalah kumpulan gejala yang dialami setelah seseorang dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Seseorang dianggap menderita long covid jika gejala yang dialaminya masih ada lebih dari empat minggu setelah infeksi awal atau gejala awal. Long covid bisa berlanjut hingga tiga bulan setelah infeksi awal.

Beberapa gejala long covid yang banyak dialami termasuk mudah lelah, gejala pencernaan seperti mual dan muntah, diare, hingga kehilangan penciuman dan perasa yang berkepanjangan.

Menurut Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro, setiap orang yang pernah terinfeksi Covid-19 berpotensi mengalami kondisi ini.

"Baik OTG-tanpa gejala, gejala ringan, sedang, semua berpotensi terkena sindrom post-covid," ujarnya dalam Live Instagram Kementerian Kesehatan bertajuk "Pasca-Sembuh Covid-19: Harus Bagaimana?", Senin (30/08/2021).

Baca juga: Long Covid, Berapa Lama Bertahan dan Cara Mengatasinya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cara mencegah long covid

Reisa menyebutkan beberapa upaya yang bisa kita lakukan sebagai cara mencegah long covid.

Pertama, setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19, penting untuk tetap melakukan konsultasi rutin dengan dokter, termasuk mengonsumsi obat dan vitamin yang disarankan oleh dokter.

Hal itu dilakukan agar kondisi kita setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19 tetap terkontrol.

"Jadi setelah dinyatakan sembuh oleh dokternya. Tidak boleh langsung "ngilang" begitu aja," ucapnya.

Kedua, usahakan tetap disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Mulai dari mengonsumsi makanan dan minuman bergizi, istirahat cukup, olahraga rutin dan teratur, menajaga kebersihan lingkungan sekitar, hingga menerapkan protokol Covid-19.

Penting untuk memastikan kita tidak kembali tertular Covid-19.

"Bukan berarti pernah sekali terinfeksi lalu tidak akan terinfeksi lagi," kata Reisa.

Terakhir, hal lain yang perlu dilakukan agar kita tidak kembali tertular Covid-19 adalah mendapatkan vaksinasi.

Bagi penyintas, vaksin Covid-19 bisa dilakukan tiga bulan setelah dinyatakan negatif.

Baca juga: Belajar dari Deddy Corbuzier, Jangan Tunda Dapat Vaksin Covid-19

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.