Kompas.com - 01/09/2021, 08:53 WIB
Ilustrasi rebahan dan pola hidup tidak aktif. FREEPIKIlustrasi rebahan dan pola hidup tidak aktif.

KOMPAS.com - Pola hidup tidak aktif, seperti banyak rebahan dan kurang gerak, memang tidak baik untuk kesehatan. Kita semua tahu itu.

Tapi, pernahkah kita berpikir berapa lama harus olahraga untuk "menggantikan" waktu rebahan tersebut?

Melansir ScienceAlert, sebuah studi tahun 2020 menyarankan sekitar 30-40 menit per hari aktivitas fisik intensitas sedang hingga kuat. Penelitian tersebut menyebutkan, durasi tersebut dianggap jumlah yang tepat untuk menyeimbangkan 10 jam duduk diam.

Meskipun, olahraga ringan dan tidak mencapai durasi tersebut atau bahkan sekadar mengurangi waktu duduk sebetulnya juga cukup membantu.

Penelitian tersebut didasarkan pada meta-analisis di sembilan penelitian sebelumnya yang melibatkan total 44.370 orang di empat negara berbeda.

Pada penelitian tersebut, peneliti kemudian memakaikan partisipan beberapa bentuk pelacak kebugaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Analisis tersebut menemukan bahwa risiko kematian di pada orang-orang dengan gaya hidup lebih banyak rebahan meningkat ketika aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat mereka berkurang.

"Pada individu aktif yang melakukan sekitar 30-40 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat, hubungan waktu rebahan yang tinggi dengan risiko kematian ternyata tidak berbeda secara signifikan dari mereka yang waktu rebahannya hanya sedikit," tulis para peneliti di British Journal of Sports Medicine (BJSM) in 2020.

Artinya, menurut data yang dikumpulkan dari ribuan orang tersebut, melakukan sejumlah kegiatan yang cukup intensif, seperti bersepeda, jalan cepat, hingga berkebun, misalnya, sudah cukup bisa menurunkan risiko kematian dini jika pada waktu lainnya kita banyak rebahan dan duduk-duduk.

Baca juga: Tak Perlu Berat, Lakukan Olahraga Ringan di Sela Aktivitas

Jalan cepat bisa menjadi alternatif yang baik untuk menurunkan risiko kematian dini jika pada waktu lainnya kita banyak rebahan dan duduk-duduk.FREEPIK/JCOMP Jalan cepat bisa menjadi alternatif yang baik untuk menurunkan risiko kematian dini jika pada waktu lainnya kita banyak rebahan dan duduk-duduk.

Menurut peneliti aktivitas fisik dan kesehatan populasi dari University of Sydney sekaligus co-editor BJSM, Emmanuel Stamatakis, pedoman ini cukup bermanfaat dan tepat waktu, terutama karena di tengah masa pandemi Covid-19 banyak orang menjadi mengurung diri di dalam ruangan dalam waktu yang lebih lama dan semakin sering rebahan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.