Kompas.com - 01/09/2021, 10:30 WIB

Tahap kelima: fase terakhir

Pertumbuhan dan perkembangan fisik anak laki-laki berakhir di tahap ini, saat usia mereka mencapai 17 tahun.

Jika khawatir terkait perkembangan anak selama masa pubertas, Issac menganjurkan orangtua untuk berkonsultasi ke dokter.

Dokter akan memberikan pemeriksaan fisik dan tes lain untuk menunjukkan masalah atau menjelaskan apa yang dialami anak.

Kondisi emosional anak berubah-ubah

Di saat anak laki-laki memasuki masa pubertas, kita bisa menduga adanya beberapa pergolakan emosional.

Peningkatan hormon testosteron, ditambah tekanan sosial dapat menyebabkan anak berperilaku murung, meluapkan emosi dan terlibat perselisihan di keluarga.

"Jika masalah emosional yang serius muncul, anak tidak ingin melakukan kegiatan yang biasanya dia sukai, tidak bergaul dengan teman, atau nilainya di sekolah menurun, periksakan ke dokter anak," kata Issac.

Dia menambahkan, masalah emosional bisa menjadi tanda gangguan mood atau masalah psikologis lain yang perlu ditangani dengan konsumsi obat-obatan atau terapi.

Baca juga: Obesitas Vs Pubertas pada Anak Perempuan, Apa yang Perlu Kita Tahu?

Pubertas yang terlalu cepat atau terlambat

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.