Kompas.com - 01/09/2021, 16:57 WIB
Ilustrasi uang rupiah SHUTTERSTOCK/AIRDONEIlustrasi uang rupiah

Secara jenaka, ia menyindir kebutuhan hidup yang terus bertambah karena pandemi yang tak juga berakhir.

Baca juga: Setelah Isolasi Mandiri Covid-19, Perlukah Tes PCR Ulang?

Misalnya, keharusan mengeluarkan biaya untuk tes swab dan membeli oxymeter.

Sepertinya, hal ini membuktikan, hampir semua kalangan mengalami dilema keuangan soal tingginya biaya di masa pandemi ini.

Yudhistira Dharmawata, Chief of Proposition, Direct Marketing & Partnership, AXA Financial Indonesia, berbagai saran keuangan untuk permasalahan ini.

"Paling penting adalah prioritas dalam menyusun anggaran kebutuhan," kata dia dalam diskusi virtual pada Rabu (1/9/2021).

Yudhistira mengatakan, sejumlah kebutuhan tambahan di era pandemi kini memiliki nilai lebih dibandingkan biasanya.

Penggunaan masker, vitamin, dan lainnya dibutuhkan demi menekan risiko terinfeksi Covid-19 yang bisa memicu kebutuhan biaya yang lebih tinggi.

Prioritas berubah

Yudhistira menjelaskan, kita perlu mengubah prioritas belanja untuk menjaga kondisi keuangan tetap sehat.

Masker dan lain-lain naik menjadi kebutuhan utama, sehingga layak dimasukkan dalam daftar belanja yang memberikan manfaat.

Baca juga: Tips Komunikasi agar Keuangan Tak Jadi Sumber Pertengkaran Pasutri

Jika sumber dananya terbatas, subtitusikan dengan kebutuhan lain yang urgensinya lebih rendah.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.