Kompas.com - 02/09/2021, 17:07 WIB
Para orangtua muda kini memang jauh lebih peduli pada stimulasi kecerdasan buah hatinya lewat aktivitas membaca. SHUTTERSTOCKPara orangtua muda kini memang jauh lebih peduli pada stimulasi kecerdasan buah hatinya lewat aktivitas membaca.

KOMPAS.com - Tren membelikan buku dongeng untuk anak-anak kini sedang mendera para ibu muda. Tujuannya satu, yakni meningkatkan kecerdasan anak yang sedang dalam masa keemasan tumbuh kembangnya.

Pedagang buku anak-anak pun bertebaran di media sosial maupun e-commece. Jenisnya juga beragam, dari yang biasa, interaktif, sampai dilengkapi dengan berbagai fitur lainnya.

Seringkali, buku cerita berbahasa inggris yang diterbitkan percetakan asing dibandrol dengan harga selangit.

Namun jelas prestisenya juga lebih tinggi sehingga para orangtua berlomba membelikan buku tersebut bagi anaknya.

Harganya yang mahal atau kesulitan untuk mendapatkan buku tersebut, misalnya dengan sistem pra pesan dari luar negeri, bukanlah masalah.

Baca juga: Jangan Beli yang Bajakan, Ini 5 Situs Baca Buku Gratis dan Legal

Membacakan buku

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para orangtua muda kini memang jauh lebih peduli pada stimulasi kecerdasan buah hatinya lewat aktivitas membaca. Buku tersebut biasanya dipakai sebagai sumber untuk aktivitas mendongeng bagi si kecil.

Namun, sebenarnya bagaimana efektivitas buku dongeng berbahasa asing pada balita?

Ratih Ibrahim, M. M., psikolog klinis mengatakan buku dongeng luar boleh saja diperkenalkan kepada anak sejak dini. Apalagi jika tujuannya untuk memperkenalkan anak pada bahasa asing.

"Boleh, silahkan kalau niatnya agar anak bisa belajar dua bahasa," terangnya secara virtual pada virtual press conference Nestlé Dancow Nutritods “Dongeng Aku Dan Kau: Indonesia Mendongeng 2021”, Kamis (02/08/2021).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.