Kompas.com - 03/09/2021, 13:50 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com – Pernah mengalami bangun tidur dengan jantung berdebar kencang?

Ternyata, ada beberapa kondisi yang menyebabkan hal itu, seperti sleep apnea dan fibrilasi atrial, dua kelainan yang memiliki risiko dan faktor yang sama.

Jika tidak memiliki kondisi emosional seperti kecemasan, kemungkinan besar peningkatan denyut jantung diakibatkan oleh dua hal di atas.

Sebab, sleep apnea menghasilkan gangguan pernapasan malam hari, sementara fibrilasi atrium adalah aritmia yang membuat jantung memompa lebih keras. Keduanya juga dapat terjadi sendiri-sendiri, meski sering terjadi bersamaan.

Nah, untuk mengetahui lebih jelas tentang gejala, risiko dan kedua masalah pernapasan ini, simak paparan berikut ini.

Sleep Apnea

Gangguan tidur adalah ciri dari sleep apnea.

Jika kita bangun dan duduk di tempat tidur, peningkatan tekanan darah akan meningkatkan denyut nadi kita. Namun, pola pernapasan yang terganggu juga akan mempengaruhi detak jantung dan kondisi pembuluh darah.

Komplikasi jangka panjang dari sleep apnea yang tidak diobati bisa cukup beragam, seperti pembekuan darah, tekanan darah tinggi, stroke, gagal jantung kongestif, serangan jantung dan fibrilasi atrium.

Untuk meredakan gejalanya, diagnosis dan pengobatan dengan mesin pernapasan serta obat-obatan atau operasi dapat membantu.

Baca juga: Sering Ngorok dan Mengantuk Saat Siang? Waspadai Sleep Apnea

Fibrilasi atrium

Fibrilasi atrium adalah jenis denyut jantung abnormal yang paling sering ditemukan.

Kondisi ini terjadi ketika ventrikel atau ruang bawah jantung berkontraksi terlalu cepat, atrium atau ruang atas tidak dapat memasok darah beroksigen yang cukup. Akibatnya, saat sirkulasi darah menurun, gejala berdebar-debar atau palpitasi muncul.

Untuk membuat irama jantung kembali normal, dibutuhkan obat-obatan dan stimulasi listrik.

Gejala

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, kedua kondisi ini memiliki gejala serupa, seperti sesak napas dan jantung berdebar-debar yang dapat membangunkan kita dari tidur.

Selain itu, mendengkur keras, pernapasan terganggu, dan tersedak dapat mengganggu tidur ketika sleep apnea obstruktif atau sentral tiba-tiba mengganggu pernapasan kita di malam hari.

Lalu, ketidakmampuan untuk mengirim cukup darah beroksigen ke seluruh tubuh karena fibrilasi atrium dapat menyebabkan kita terengah-engah pada malam atau siang hari.

Faktor risiko

Kedua penyebab jantung berdebar di malam hari ini saling terkait.

Tak hanya itu, keduanya juga berpotensi saling berkontribusi pada perkembangan masing-masing. Karena itulah, dua kondisi ini dapat hidup berdampingan.

Lalu, ada faktor risiko medis dan gaya hidup yang dapat meningkatkan peluang kita untuk mendapatkan kedua kondisi tersebut, seperti usia lanjut, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, obesitas, penggunaan alkohol berlebihan, dan riwayat keluarga yang menderita sleep apnea atau fibrilasi atrium.

Baca juga: Jangan Sepelekan Keluhan Jantung Berdebar, Waspadai Aritmia

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Livestrong
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.