Kompas.com - 05/09/2021, 12:27 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Mengurus anak, keluarga, dan rumah tangga membuat ibu atau ayah nyaris tidak mempunyai waktu untuk bersantai.

Padahal, me time atau menikmati waktu senggang sangat diperlukan, apalagi setelah semua energi terkuras untuk mengurus anak.

Satu studi terbaru mengungkap, waktu senggang bisa bermanfaat bagi kesehatan mental dan kebahagiaan seseorang, khususnya para orangtua yang mengurus rumah, anak, sekaligus bekerja.

Sayangnya kebanyakan ibu atau ayah rumah tangga cenderung merasa bersalah ketika harus beristirahat sejenak dan berhenti memikirkan kebutuhan anak dan keluarga.

Akan sulit bagi orangtua untuk sekadar duduk dan membaca buku atau mendengarkan musik tanpa melakukan apa pun.

Baca juga: Inilah Tanda-tanda Kamu Harus Istirahat

Manfaat menikmati waktu senggang

Seperti dilaporkan Medical Xpress, studi yang dimuat dalam Journal of Experimental Social Psychology menemukan manfaat dari menikmati waktu senggang.

Studi tersebut juga menunjukkan, individu yang jarang memiliki waktu senggang dapat mengalami tingkat stres dan depresi yang lebih tinggi.

Inspirasi terkait studi ini datang dari persepsi bahwa tujuan seorang individu adalah menjadi produktif.

Bersantai tanpa melakukan apa pun, di sisi lain, dianggap hanya membuang-buang waktu.

Individu yang memiliki pola pikir demikian menunjukkan kondisi kesehatan mental yang buruk, menurut studi tersebut.

Salah satu penulis studi, Selin Malkoc menyatakan, studi mereka membuktikan bahwa meluangkan waktu dapat membuat kita menjadi lebih produktif dan bermanfaat bagi kesehatan mental.

Para peneliti meminta sebanyak 199 mahasiswa menjelaskan cara mereka menikmati berbagai kegiatan rekreasi.

Partisipan juga diminta untuk menyelesaikan penilaian yang mengukur tingkat kebahagiaan, depresi, kecemasan, dan stres.

Pada partisipan yang menyebutkan waktu senggang adalah hal yang sia-sia, lebih kecil kemungkinan untuk menikmati waktu senggang.

Tidak hanya itu. Partisipan yang tidak menikmati waktu senggang juga dilaporkan tidak bahagia.

Partisipan yang melaporkan waktu luang membuat mereka menjadi tidak produktif cenderung kurang menikmati waktu luang.

Hasil itu dibandingkan dengan partisipan yang menikmati waktu luang.

Menurut para peneliti, pola pikir "waktu luang menjadikan individu tidak produktif" sudah mengakar di masyarakat kita.

Kita perlu menyadari, waktu luang akan membuat kita lebih produktif saat bekerja.

Sejenak meluangkan waktu beristirahat akan memudahkan kita mencapai tujuan hidup dan menikmati setiap aktivitas.

Baca juga: Tips Bagus untuk Nikmati Me Time di Tengah Masa Pandemi


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Moms


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.