Kompas.com - 06/09/2021, 11:12 WIB
Obesitas juga menjadi salah satu penyebab gangguan infertilitas pada pria maupun wanita. FREEPIK/JCOMPObesitas juga menjadi salah satu penyebab gangguan infertilitas pada pria maupun wanita.

Selain itu, Upik mengutip sebuah jurnal mengenai epidemiologi infertilitas yang ditulis oleh Barbara (1990) bahwa penyebab paling sering dari infertilitas sekunder adalah infeksi.

Hal ini didukung oleh penelitian Momtaz dkk. (2011) mengenai adanya hubungan bermakna antara infertilitas sekunder dengan riwayat buruk kehamilan sebelumnya, persalinan dengan operasi sesar, dan peningkatan indeks massa tubuh.

"Wanita dengan infertilitas sekunder juga diketahui empat kali lebih sering mengalami masalah kandungan (ginekologi)," kata Upik.

Wanita gemuk atau memiliki indeks massa tubuh di atas 25 kg/m2 juga lebih sering mengalami infertilitas dibandingkan dengan orang-orang dengan berat badan ideal.

Hal ini, kata Upik, berkaitan dengan gangguan ovulasi seperti PCOS yang sering terjadi pada wanita gemuk.

Hal serupa terjadi pada pria gemuk. Pria gemuk lebih sering mengalami gangguan kesuburan yang dipengaruhi adanya peningkatan suhu akibat penumpukan lemak di sekitar kemaluan.

Namun demikian, penyebab terbanyak infertilitas sekunder pada pria adalah varikokel (pembesaran pembuluh darah di dalam skrotum).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengatasi infertilitas sekunder

Terapi dan pengobatan infertilitas sekunder tetap mengikuti alur penanganan infertilitas pada umumnya, yaitu mencakup:

• Analisis lengkap riwayat medis pasangan.
• Identifikasi risiko terkait kesuburan (frekuensi berhubungan seksual, paparan asap rokok, polusi, alkohol, kafein, dan gaya hidup).
• Pemeriksaan fisik pasangan.
• Evaluasi ovulasi, USG transvaginal, dan histerosalpingografi (HSG) pada wanita, serta
• Analisis sperma pada pria.

Evaluasi ovulasi dapat dinilai dari riwayat menstruasi dan pengukuran kadar progesteron darah atau luteinizing hormone (LH) urin, sementara HSG merupakan tes yang efektif untuk menilai kondisi rongga rahim dan ada tidaknya sumbatan di saluran tuba fallopi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.