Kompas.com - 07/09/2021, 15:35 WIB

Ajaran dalam prinsip tersebut memang menganjurkan manusia untuk saling memaafkan atas berbagai kesalahan yang dibuat.

Baca juga: Sikap KPI soal Saipul Jamil Jadi Bintang Tamu di Televisi

"Namun kita harus menyadari kalau memaafkan tidak sama dengan melupakan, jangan dijadikan ajang excuse atau membiarkan, dua hal yang harus kita lihat terpisah."

Demikian penuturan Lucia dalam perbincangan dengan Kompas.com pada Selasa (7/9/2021).

Dia menekankan, publik juga tidak mempunyai hak untuk melarang seseorang, termasuk pelaku kekerasan seksual, menjalani kehidupannya kembali.

Namun, dalam konteks publik, ada kepatutan norma sosial yang harus diperhatikan. Misalnya ada penyintas dalam komunitas sosial yang terdampak dari penampilan yang bersangkutan.

Jika ingin bersikap objektif, dasarnya tidak hanya pada kasihan, namun juga melihat dari dua perspektif sekaligus.

"Sama-sama punya hak untuk melanjutkan hidup, namun tentu sebagai basic manusia, pemenuhan kebutuhan dasarnya misalnya, bukan lalu langsung jumping ke kehidupan publik," tandas Psikolog ini.

Lucia mengakui hal tersebut memang suatu hal yang kompleks karena berkaitan dengan hak hidup dua manusia.

Hal yang juga perlu dipastikan, tambahnya, apakah orang dengan riwayat perilaku menyimpang tersebut sudah melakukan perbaikan.

Misalnya, sudah menjalani terapi, yang didukung dengan bukti adanya perubahan perilaku dan pola pikir.

Baca juga: Permintaan Maaf Saipul Jamil Usai Dihujani Protes dan Kecaman

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.