Kompas.com - 08/09/2021, 05:00 WIB
Emosi negatif harus diselesaikan, dan ternyata dapat diatasi dengan cara-cara yang sehat. FREEPIKEmosi negatif harus diselesaikan, dan ternyata dapat diatasi dengan cara-cara yang sehat.

KOMPAS.com – Semua orang tentu pernah mengalami masalah. Bahkan, terkadang beberapa masalah itu seakan di luar kendali, hingga membuat pikiran negatif muncul dan sakit hati pun kian parah.

Namun, sebenarnya hal ini bisa ditangani secara sehat. Misalnya, dengan memahami dan menerima masalah yang menimpa.

Meski sulit, menerima masalah itu dapat membuat kecemasan, kemarahan, dan kesedihan berkurang.

Baca juga: Lindungi Diri dari Energi Negatif

Contohnya, saat tidak diterima kerja, terimalah kalau orang lain patut menerimanya, meski kita merasa frustasi.

Setelah menerimanya, kita bisa mencoba salah satu metode yang dapat menenangkan diri dan memanjakan kelima indera kita.

1. Mencoba untuk pergi ke tempat yang nyaman dan konsentrasi pada pemandanganya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Mendengar sesuatu yang nyaman, seperti musik atau suara alami.

3. Mandi air hangat atau melakukan pijat.

4. Mentraktir diri sendiri.

5. Menyemprotkan parfum.

Baca juga: Emosi dan Perilaku Anak Ternyata Ikut Memengaruhi Gaya Pengasuhan

Perasaan negatif biasanya akan berlalu atau berkurang intensitasnya seiring waktu berjalan, dan mengalihkan perhatian sampai emosi mereda akan sangat membantu.

Nah, untuk mengingatkan bagaimana mengalihkan perhatian dapat membantu, mungkin bisa mencoba beberapa langkah berikut ini.

Pertama, cobalah aktivitas yang memerlukan pikiran dan konsentrasi. Lalu, fokuslah pada seseorang atau sesuatu di luar diri kita, menjadi relawan-misalnya.

Setelah itu, bandingkan situasimu saat ini dengan situasi yang lebih buruk, misalnya saat mengalami sakit parah.

Lalu, lakukan sesuatu yang akan menciptakan emosi berlawanan, seperti menonton film lucu saat sedih.

Baca juga: 9 Cara Mengatasi Kesedihan Secara Sehat

Kita juga bisa mengusir pikiran negatif dengan mendorongnya paksa dari pikiran, misalnya, dengan menulisnya di atas kertas.

Terakhir, buatlah “periode khawatir” dalam satu hari dan gunakan kesempatan itu untuk melewati pikiran yang bermasalah, untuk membantu kita mengidentifikasi apakah kekhawatiran kita realistis atau sebaliknya.

Setelah itu, lalui kekhawatiran yang realistis dan temukan solusi untuknya.

Namun perlu diingat, selain periode khawatir khusus, sisa hari merupakan zona bebas khawatir.

Jadi, setiap pikiran atau kekhawatiran yang masuk ke dalam pikiran kita selama zona bebas khawatir harus ditangani hanya pada periode khawatir.

Tertarik mencobanya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.